Kondisi Cuaca Pengaruhi Inflasi Januari Skala Sulawesi

  • 03 Feb 2026 13:32 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Perubahan kondisi cuaca di awal tahun termasuk hujan intensitas tinggi dan pola angin yang dipengaruhi dinamika monsun serta fenomena atmosfer lain berdampak pada pasokan komoditas penting seperti ikan, sayur, dan hasil pertanian lain di wilayah Sulawesi, sehingga turut memengaruhi pergerakan harga pada inflasi bulan Januari skala Sulawesi.

 Cuaca buruk di laut membatasi aktivitas nelayan dan distribusi barang dari daerah pesisir, yang berpotensi menaikkan harga ikan dan produk laut di pasar lokal, sementara di daratan, kondisi hujan lebat atau ekstrem juga bisa mengganggu produksi pertanian dan logistik, yang pada akhirnya memberi tekanan pada indeks harga konsumen secara keseluruhan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, inflasi tahun ke tahun di Sulawesi Tenggara diangka 5,10 Persen, Sulawesi Tengah diangka 4,55 persen, Sulawesi Barat 4,34 persen, Sulawesi Selatan diangka 4,11 Persen dan Sulawesi Utara 3,04 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Sulawesi Barat pada Januari 2026 mencapai 4,34 persen. Angka tersebut dinilai masih relatif rendah dibandingkan sebagian besar provinsi di Indonesia.

Statistisi Ahli Madya BPS Sulawesi Barat, Eka Khaerandy Oktafianto, menjelaskan bahwa berdasarkan rilis nasional, hampir seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi di atas 3 persen.

“Jadi tadi terkait dengan inflasi Sulawesi Barat secara year on year sebesar 4,34 persen, kalau kita melihat dari rilis yang ada di pusat, memang hampir seluruh provinsi di Indonesia itu berada di atas 3 persen,” ujar Eka, saat diwawancara usai menggelar press rilis di aula kantornya, Senin, 2 Februari 2026.

Ia menambahkan, jika dilihat secara regional di Pulau Sulawesi, posisi inflasi Sulawesi Barat masih tergolong rendah. Provinsi dengan inflasi tertinggi di kawasan tersebut tercatat terjadi di Sulawesi Tenggara.

Menurut Eka, secara umum inflasi di wilayah Sulawesi dipengaruhi oleh komoditas ikan. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada aktivitas nelayan dan pasokan ikan di pasaran.

“Memang secara umum kompak dipengaruhi oleh komoditas ikan. Kita tahu dari rilis BMKG beberapa waktu lalu, kondisi cuaca di Pulau Sulawesi ini sangat tidak bersahabat dengan nelayan, sehingga mempengaruhi ketersediaan ikan,” tutup Eka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....