Periode Januari 2026, Inflasi Bulanan Sulbar Terkendali
- 03 Feb 2026 13:01 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Periode Januari 2026, pergerakan harga di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menunjukkan bahwa inflasi bulanan secara umum masih relatif terkendali, dengan kenaikan harga yang tidak melampaui batas wajar dan didorong oleh faktor-faktor musiman serta pasokan komoditas utama.
Hal ini tentu tidak terlepas dari upaya koordinasi antara pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dan pelaku pasar dalam menjaga pasokan pangan dan kebutuhan pokok turut berkontribusi terhadap stabilitas ini. Inflasi bulanan tetap berada dalam koridor aman dan tidak mengganggu daya beli masyarakat Sulbar.
Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Sulawesi Barat, Chitra Dewi Said, menyampaikan inflasi bulanan Provinsi ke-33 ini tercatat diangka 0,71 persen, masih dalam kategori sangat terkendali.
“Untuk inflasi bulanan Provinsi Sulawesi Barat masih terkendali 0,71 persen. Namun, ada beberapa komoditas yang memicu kenaikan tersebut,” ujar Chitra, usai pihaknya menggelar press rilis, Senin, 2 Februari 2026.
Ia menjelaskan, komoditas yang memberikan andil terhadap kenaikan inflasi antara lain kelompok ikan-ikanan, diantaranya ikan cakalang yang memberikan andil inflasi diangka 0,24 persen, ikan layang 0,20 persen, ikan tuna 0,09 persen, emas perhiasan 0,05 persen serta ikan tongkol yang memberikan andil 0,04 persen.
Sementara beberapa komoditas yang menahan laju inflasi yakni komoditas cabai merah, bawang merah, cabai rawit, jeruk nipis dan makanan ringan.
“Harga emas dunia yang meroket dan semakin meningkat akhir-akhir ini turut mempengaruhi inflasi month to month Januari 2026 terhadap Desember 2025 di Provinsi Sulawesi Barat,” jelasnya.
BPS Provinsi Sulawesi Barat terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga komoditas strategis guna menjaga stabilitas inflasi daerah serta memberikan gambaran kondisi perekonomian masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....