RS Bhayangkara Temukan Bekas Jeratan di Leher Jenazah Pegawai Kemenag Mamuju
- 20 Jul 2026 17:34 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju – Tim medis Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Barat memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik, namun petugas menemukan bekas jeratan di area leher pada jasad Pambo, pegawai Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mamuju yang ditemukan meninggal di Kelurahan Botteng, Kecamatan Simboro, Senin 20 Juli 2026.
Hal itu disampaikan Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulbar sekaligus Dokter Forensik Iptu dr. Andi Iqbal.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, tim medis menemukan tanda sianosis atau pucat kebiruan pada ujung tangan, kaki, dan bibir korban. Kondisi itu mengindikasikan terhentinya pasokan oksigen secara mendadak.
"Kami menemukan tanda-tanda mati lemas seperti sianosis atau pucat pada daerah tangan, kaki, bibir. Ini tanda seseorang yang mengalami gangguan fungsi napas atau mati lemas," ujar dr. Andi Iqbal saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.
dr. Andi menjelaskan, pemeriksaan luar dilakukan secara detail untuk melihat kemungkinan adanya unsur penganiayaan. Hasilnya, tidak ditemukan luka akibat benturan maupun pemaksaan fisik.
"Dari hasil pemeriksaan luar kami menyimpulkan dua hal. Pertama, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada almarhumah. Kedua, ada bekas jeratan pada leher," jelasnya.
Berdasarkan pengalaman klinis, dr. Andi menduga kuat penyebab kematian adalah asfiksia atau mati lemas akibat jeratan tersebut.
Meski demikian, RS Bhayangkara tidak dapat menyimpulkan secara pasti penyebab kematian karena tidak dilakukan otopsi. Otopsi tidak dilakukan karena tidak ada permintaan dari penyidik maupun pihak keluarga.
"Untuk penyebab kematian pasti kami tidak bisa simpulkan karena tidak ada otopsi. Tidak ada permintaan lanjut dari penyidik dan keluarga almarhumah," tegas dr. Andi.
Saat ini jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara itu, Satreskrim Polresta Mamuju masih melanjutkan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi untuk memastikan kronologi dan motif peristiwa tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....