Residivis Kasus Narkoba Mengaku Dianiaya Oknum Pegawai dalam Lapas
- 25 Jun 2026 19:23 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Polman – Kasus dugaan penganiayaan terhadap warga binaan kembali mencuat. Zainuddin alias Pane, seorang terpidana kasus narkoba, mengaku menjadi korban pemukulan oleh oknum pegawai saat berada di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Polman.
Pengakuan mengejutkan ini diungkapkan oleh kuasa hukumnya, Muhammad Yusuf, melalui sambungan telepon kepada RRI pada Kamis 25 Juni 2026.
Yusuf menjelaskan bahwa kliennya menceritakan kejadian tersebut tepat setelah agenda sidang pembacaan putusan berakhir.
"Pak pengacara, saya ini di Lapas dipukuli oleh oknum pegawai," ujar Yusuf menirukan keluhan kliennya.
Menurut penuturan Yusuf, kliennya mengaku disiksa dengan keji hingga mendapatkan pukulan sebanyak 20 hingga 25 kali menggunakan rotan. Kondisi fisik Zainuddin pun dilaporkan mengalami luka serius.
"Dipukuli pakai rotan, kayak binatang diperlakukan. Saya lihat sendiri lebam-lebamnya, punggung kirinya hitam semua," tegas Yusuf. Ia juga mengklaim telah mengantongi bukti foto bekas penganiayaan tersebut di bagian lengan kiri kliennya.
Menanggapi tuduhan tersebut, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka KPLP) Lapas kelas IIB Polman Muhammad Arham, angkat bicara. Arham menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan verifikasi mendalam untuk memastikan kebenaran informasi tersebut agar tidak terjadi bias informasi atau berita sepihak.
"Kami sedang verifikasi dulu. Kita tidak bisa langsung menelan mentah-mentah berita yang belum jelas kebenarannya," ujar Arham.
Lebih lanjut, Arham mengungkapkan bahwa Zainuddin bukanlah warga binaan biasa. Statusnya sebagai seorang residivis kasus narkoba membuat posisinya di dalam Lapas cukup berisiko karena banyaknya musuh yang ia miliki.
"Dia itu residivis kasus narkoba, memang berbahaya kalau dimasukkan ke dalam blok karena banyak lawannya di dalam. Itu yang kami khawatirkan, jangan sampai dikira ada pemukulan, padahal belum tentu," jelas Arham.
Pihak Lapas berjanji akan mengusut tuntas siapa saja yang terlibat jika memang terbukti terjadi aksi kekerasan tersebut. Arham juga menyoroti bahwa Zainuddin baru saja dijatuhi vonis hukuman yang cukup tinggi, yang dimungkinkan memicu tekanan psikologis tersendiri bagi yang bersangkutan.
"Kami akan periksa, siapa yang memukul, siapa yang dipukul, dan siapa saksinya. Kami siap bertanggung jawab, namun jangan sampai ada berita sepihak," pungkas Arham.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Lapas masih melakukan investigasi internal terkait klaim luka lebam yang dialami oleh terpidana tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....