BPOM Mamuju: Boje, Obat Parkinson yang Disalahgunakan Kalangan Muda
- 24 Jun 2026 15:45 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju mengungkapkan bahwa obat ilegal jenis Triheksifenidil atau yang dikenal dengan Boje, yang sebenarnya digunakan untuk pengobatan penyakit Parkinson, kini banyak disalahgunakan oleh kalangan remaja dan anak muda. Obat ini tidak ditemukan di sarana pelayanan kefarmasian resmi dan hanya beredar di pasar gelap.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPOM Mamuju, Burham Sidobejo, dalam press release bersama Polda Sulbar di Mapolda, Senin 22 Juni 2026.
Menurutnya dalam dunia pengobatan, Boje atau Triheksifenidil digunakan untuk penyakit parkinson
"Parkinson adalah penyakit di mana kalau kita bergerak itu sakit, bergeraknya seperti robot. Nah di dunia medis, Triheksifenidil ini digunakan untuk pengobatan itu," ujar Burham.
Ia menjelaskan, obat ini bekerja di susunan saraf pusat. Ketika digunakan oleh orang yang tidak sakit, efeknya sangat berbahaya salah satunya adalah halusinasi.
"Salah satu efeknya adalah halusinasi. Kemudian pada beberapa kasus, pada penggunaan jangka panjang, itu dapat merusak ginjal. Dan juga menimbulkan adiksi atau kecanduan," jelasnya.
Burham menegaskan bahwa Boje banyak disalahgunakan di kalangan remaja dan anak muda. Obat ini tidak ditemukan di rumah sakit, puskesmas, maupun apotek.
Namun obat ini banyak beredar di pasar gelap, target penyalahgunaannya adalah anak muda.
"Jadi tidak dibuat oleh industri farmasi, tidak diedarkan di distribusi resmi. Tapi beredar memang dalam pasar gelap. Memang untuk target penyalahgunaan, itu anak-anak muda," tegasnya.
Pada pengungkapan kasus ini, penyidik Balai POM Mamuju didampingi oleh penyidik Krimsus Polda Sulbar bekerja sama dalam mengungkap kegiatan peredaran obat ilegal tersebut.
BPOM Mamuju mengimbau masyarakat, terutama orang tua, untuk mengawasi pergaulan anak-anak dan melaporkan jika menemukan peredaran Boje di lingkungan sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....