Inflasi dan Daya Beli Menurun Merupakan Indikasi Korupsi
- 11 Jun 2026 14:23 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Ketua Forum Komunikasi Penyuluh Antikorupsi Provinsi Sulawesi Barat, Taufiq Abdullah, menyatakan bahwa inflasi dan turunnya daya beli masyarakat merupakan indikasi terjadinya korupsi. Menurutnya, jika tidak ada korupsi, daya beli masyarakat akan meningkat dan harga barang bisa turun.
Hal tersebut disampaikan Taufiq dalam dialog interaktif RRI Mamuju, Rabu 10 Juni 2026.
"Salah satu indikator negara kalau harga barang naik, daya beli turun. Itu indikasi korupsi sebenarnya. Kita coba kalau tidak ada korupsi, maka daya beli masyarakat meningkat, harga turun," ujar Taufiq.
Ia menjelaskan bahwa kenaikan belanja masyarakat seharusnya tidak menyebabkan inflasi jika terjadi keseimbangan antara kemampuan belanja dan peredaran uang. Namun masalahnya, uang tidak beredar secara merata karena tertumpuk di satu titik.
"Kenapa uang tertumpuk? Ya balik lagi karena dikorupsi. Tidak ada penyebaran uang," tegasnya.
Dampaknya, barang menjadi mahal dan daya beli turun. Taufiq juga menyoroti pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) yang tidak baik.
Saat ini, banyak masyarakat desa enggan membeli karena barang tidak tersedia atau harganya tidak sesuai. Ia menegaskan bahwa korupsi tidak hanya terjadi di tingkat pusat, tetapi juga di desa.
Lebih lanjut kata Taufiq, Korupsi mengganggu peredaran uang dan menghambat kesejahteraan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....