Ketua FKPAK Sulbar: Lemahnya Implementasi Nilai Agama Jadi Pemicu Korupsi

  • 13 Mei 2026 10:42 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID,Mamuju - Praktik korupsi dinilai masih marak terjadi di Indonesia karena nilai-nilai agama belum sepenuhnya diwujudkan dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Agama dinilai masih sering dipahami sebatas konsep dan simbol, namun belum menjadi budaya sosial yang kuat di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ketua Forum Komunikasi Penyuluh Anti Korupsi (FKPAK) Sulawesi Barat, Taufik Abdullah, saat menjadi narasumber dalam Program SANKSI RRI Mamuju, Rabu, 13 Mei 2026.

Ia menanggapi pertanyaan pendengar terkait masih maraknya kasus korupsi di Indonesia meskipun dikenal sebagai negara dengan masyarakat religius.

“Agama kita kuat dalam konsep, tetapi lemah dalam konteks kehidupan. Nilai agama sering tidak sampai menjadi perilaku,” ujar Taufik.

Menurutnya, ajaran agama tentang kejujuran, kesabaran, dan pengorbanan seharusnya tercermin dalam tindakan nyata, terutama dalam kehidupan sosial dan penyelenggaraan pemerintahan.

Namun dalam praktiknya, kata dia, masih banyak pihak yang justru mengorbankan kepentingan masyarakat demi keuntungan pribadi maupun kelompok.

Taufik menjelaskan makna kurban dalam ajaran agama sejatinya merupakan simbol pengorbanan untuk melepaskan sifat tamak terhadap harta, jabatan, dan kekuasaan.

“Makna kurban itu melepaskan sesuatu yang kita cintai, bukan mengorbankan orang lain demi kepentingan pribadi,” katanya.

Ia menilai praktik suap, gratifikasi, dan penyalahgunaan jabatan menjadi bukti bahwa nilai agama belum sepenuhnya menjadi etika sosial yang mengakar dalam kehidupan bermasyarakat.

Akibatnya, kepentingan pribadi dan kelompok lebih dominan dibandingkan kepentingan masyarakat luas.

“Korupsi terjadi ketika orang berpikir demi dirinya dan kelompoknya, maka orang lain harus berkorban. Padahal agama mengajarkan kebalikannya,” tuturnya.

Taufik menegaskan upaya pemberantasan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan pendidikan moral dan internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....