Tren Travelling Menjelajahi Keindahan Lokal Nusantara Kini

  • 05 Agt 2024 09:54 WIB
  •  Mamuju

kBRN, Mamuju : Traveling atau bepergian telah lama menjadi hobi favorit bagi banyak orang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Pandemi COVID-19 yang melanda sejak awal tahun 2020 sempat menghambat aktivitas travelling, namun kini minat masyarakat terhadap hobi ini kembali meningkat seiring dengan pelonggaran pembatasan perjalanan dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga protokol kesehatan. Tren travelling saat ini menunjukkan beberapa perubahan dan kecenderungan baru yang menarik untuk diperhatikan.

Destinasi Wisata Lokal Menjadi Pilihan Utama

Salah satu perubahan signifikan dalam tren travelling saat ini adalah meningkatnya minat terhadap destinasi wisata lokal. Banyak masyarakat Indonesia yang kini lebih memilih untuk menjelajahi keindahan alam dan budaya yang ada di dalam negeri. Pulau-pulau eksotis seperti Bali, Lombok, dan Raja Ampat tetap menjadi favorit, namun destinasi baru seperti Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, Tanjung Puting di Kalimantan Tengah, dan Pulau Weh di Aceh juga mulai mendapatkan perhatian lebih.

Travelling ke destinasi lokal tidak hanya lebih aman di masa pandemi, tetapi juga mendukung pariwisata dan ekonomi lokal yang terdampak akibat penurunan jumlah wisatawan asing. Selain itu, perjalanan domestik sering kali lebih terjangkau dan menawarkan pengalaman yang tak kalah menarik dibandingkan dengan perjalanan internasional.

Travelling dengan Konsep Slow Travel

Konsep slow travel atau perjalanan lambat semakin diminati oleh para traveller saat ini. Slow travel adalah konsep perjalanan yang menekankan pada pengalaman mendalam dan berkelanjutan di suatu tempat, bukan sekadar mengunjungi banyak destinasi dalam waktu singkat. Dengan slow travel, para traveller dapat lebih menikmati keindahan alam, berinteraksi dengan penduduk lokal, dan memahami budaya setempat dengan lebih baik.

Selain memberikan pengalaman yang lebih bermakna, slow travel juga dianggap lebih ramah lingkungan karena mengurangi jejak karbon yang dihasilkan dari perjalanan yang sering berpindah-pindah. Para traveller yang memilih slow travel biasanya akan tinggal lebih lama di satu destinasi, menggunakan transportasi lokal, dan menghindari atraksi wisata yang terlalu ramai.

Popularitas Glamping dan Eco-Tourism

Gaya travelling dengan konsep glamping (glamorous camping) dan eco-tourism (wisata ramah lingkungan) juga semakin populer di kalangan masyarakat. Glamping menawarkan pengalaman camping yang nyaman dan mewah, lengkap dengan fasilitas modern seperti tempat tidur yang nyaman, kamar mandi pribadi, dan bahkan layanan makanan. Destinasi glamping di Indonesia seperti Trizara Resorts di Lembang, The Canopi di Bintan, dan Menjangan Dynasty Resort di Bali menjadi pilihan favorit para traveller yang ingin menikmati alam tanpa mengorbankan kenyamanan.

Sementara itu, eco-tourism mengajak para traveller untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan budaya lokal. Wisata ini biasanya melibatkan kegiatan-kegiatan seperti trekking, snorkeling, bird-watching, dan mengunjungi desa-desa adat. Eco-tourism tidak hanya menawarkan pengalaman yang unik dan edukatif, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Penggunaan Teknologi dalam Travelling

Teknologi juga memainkan peran penting dalam tren travelling saat ini. Penggunaan aplikasi perjalanan, peta digital, dan platform booking online semakin memudahkan para traveller dalam merencanakan perjalanan mereka. Selain itu, media sosial menjadi sumber inspirasi utama bagi banyak orang dalam memilih destinasi wisata dan merencanakan aktivitas travelling mereka.

Di masa pandemi, teknologi juga membantu para traveller untuk tetap aman dan mematuhi protokol kesehatan. Aplikasi pelacak kontak, check-in digital, dan pembayaran non-tunai adalah beberapa inovasi yang mendukung travelling yang lebih aman dan nyaman.

Travelling tetap menjadi hobi yang diminati oleh banyak masyarakat Indonesia. Dengan tren baru seperti peningkatan minat terhadap destinasi lokal, konsep slow travel, popularitas glamping dan eco-tourism, serta penggunaan teknologi, hobi travelling terus berkembang dan menawarkan berbagai pengalaman yang menarik. Meskipun pandemi telah membawa banyak perubahan, semangat untuk menjelajahi keindahan Nusantara dan menikmati perjalanan tetap hidup di hati para traveller.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....