Lari Jauh tapi Pelan atau Dekat tapi Kencang, Mana yang Lebih Efektif?
- 15 Sep 2026 10:14 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju – Dalam olahraga lari, ada yang memilih mengejar jarak dengan pace santai, sementara yang lain lebih suka berlari dalam jarak pendek tetapi dengan kecepatan tinggi. Keduanya sama-sama memiliki manfaat, tetapi memberikan efek latihan yang berbeda.
Lari dengan jarak lebih jauh dan kecepatan yang terkontrol lebih banyak melatih daya tahan. Tubuh dibiasakan bekerja lebih lama sekaligus belajar mengatur tenaga agar tidak cepat habis.
Sementara itu, lari dengan jarak lebih pendek tetapi lebih kencang memberikan stimulus pada kemampuan tubuh bekerja dengan intensitas tinggi. Latihan ini dapat membantu meningkatkan kecepatan dan kemampuan mempertahankan pace.
Namun, semakin cepat atau semakin jauh bukan berarti selalu semakin baik. Beban latihan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh dan diimbangi dengan pemulihan yang cukup.
Karena itu, jarak dan kecepatan sebenarnya tidak perlu dipertentangkan. Keduanya dapat dikombinasikan untuk mendapatkan latihan yang lebih seimbang, tergantung target yang ingin dicapai.
Jika ingin membangun daya tahan, lari dengan durasi lebih panjang bisa mendapat porsi lebih besar. Sementara untuk meningkatkan kecepatan, latihan dengan intensitas tinggi dapat dimasukkan secara terukur.
Jadi, lari jauh tapi pelan dan lari dekat tapi kencang sama-sama punya tempat dalam latihan. Yang penting bukan sekadar seberapa jauh atau seberapa cepat, tetapi bagaimana latihan tersebut dilakukan secara tepat, konsisten, dan sesuai kemampuan tubuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....