Digadang Menjadi Group Besar, Boygroup Hebat ini Bubar bukan karna Kalah Saing

  • 30 Sep 2026 18:37 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Dulu, ada satu boygroup yang sering banget dibandingin sama EXO, bahkan digadang-gadang bakal jadi boygroup terbesar di generasinya tapi sayangnya yang menghentikan mereka bukan kurangnya bakat atau popularitas melainkan agensi mereka sendiri.

Yuk kenalan sama *B.A.P, boygroup yang debut di tahun 2012 dibawah TS Entertainment.*

Jika EXO debut dengan konsep alien dan kekuatan super yang futuristik, B.A.P datang dari arah yang berlawanan.

Mereka tidak datang sebagai pangeran, mereka datang sebagai pejuang. Itulah arti nama mereka: *Best Absolute Perfect.*

Debut pada 26 Januari 2012 dengan single *"Warrior"*, B.A.P langsung meledak. Di saat boygroup lain sibuk dengan konsep flower boy yang manis dan ceria, Bang Yongguk, Himchan, Daehyun, Youngjae, Jongup dan Zelo muncul dengan kepala plontos, eyeliner tebal, rantai emas, dan koreografi yang menghentak.

MV Warrior sampai bikin orang kaget karena level produksinya bukan level rookie. Mereka tidak terlihat seperti grup baru, mereka terlihat seperti grup yang sudah siap perang.

Dan itu yang membuat perbandingan EXO vs B.A.P tidak terhindarkan di tahun 2012-2013. EXO adalah anak emas SM Entertainment dengan sistem promosi raksasa.

B.A.P adalah kuda hitam dari agensi kecil yang menang dengan bakat mentah dan karisma panggung yang brutal.

Penampilan Panggung yang Tidak Ada Duanya

Kalau kamu belum pernah nonton live stage B.A.P, kamu kehilangan salah satu performance terbaik generasi ke-2 dan ke-3.

B.A.P bukan tipe grup yang lipsync sambil senyum manis. Sejak debut, mereka terkenal dengan *live vocal yang stabil bahkan sambil dance sekuat itu.* Daehyun dan Youngjae sebagai main vocal punya power yang bisa menyaingi vocal group manapun, sementara Bang Yongguk dengan suara bariton beratnya jadi trademark yang belum pernah ada di K-Pop sebelumnya.

Panggung ikonik mereka yang paling diingat sampai sekarang:

*1. "One Shot" (2013):* Ini adalah mahakarya mereka. Dengan budget MV yang katanya mencapai hampir 1 miliar won - gila untuk ukuran agensi kecil saat itu - mereka membawakan konsep film gangster.

Di atas panggung, koreografi One Shot dengan formasi pistol dan gerakan mengunci leher jadi salah satu koreografi tersulit dan paling maskulin di era itu. Setiap award show, panggung One Shot selalu ditunggu.

*2. "1004 (Angel)" dan "Where Are You?" :* Di sinilah mereka menunjukkan mereka tidak hanya bisa jadi garang. B.A.P bisa sangat emosional. Panggung live band untuk 1004 di mana Daehyun teriak high note sambil menangis masih sering jadi clip viral di TikTok sampai sekarang.

*3. B.A.P Live On Earth Tour:* Mereka adalah salah satu boygroup generasi ke-3 pertama yang menggelar world tour hanya setahun setelah debut.

Konsernya bukan konser kaleng-kaleng. Mereka pakai live band, bukan backtrack. Jongup dan Zelo yang dikenal sebagai dance line-nya punya solo dance break yang selalu bikin penonton histeris.

Cara Berpakaian: Street, Rebel, dan Matoki

Fashion B.A.P adalah antitesis dari K-Pop pada masanya. Kalau yang lain pakai pastel, skinny jeans dan blazer, B.A.P pakai:

*Warrior & Power Era:* Snapback miring, beanie, jersey basket oversized, ripped jeans, combat boots, dan aksesori emas yang tebal.

Mereka mempopulerkan gaya hip-hop street style yang lebih dekat ke B-boy Amerika ketimbang idol Korea. Eyeliner smokey dan rambut bleached Himchan dan Yongguk jadi tren di kalangan remaja laki-laki saat itu.

*One Shot & Badman Era:* Lebih dewasa. Leather jacket, coat panjang hitam, setelan jas yang sengaja dibuat berantakan. Konsep mafia dan rebel.

Dan tentu saja, tidak bisa melupakan *Matoki*. Maskot kelinci alien hijau mereka yang mewakili setiap member. Di saat grup lain jual lightstick elegan, B.A.P menjual Matoki dengan mata melot.

Itu jadi simbol BABY - nama fandom mereka - yang loyalnya bukan main.

Awal Kehancuran: Bukan Karena Skandal, Tapi Karena Agensi Sendiri

Di puncak popularitasnya di tahun 2014, saat mereka baru saja memenangkan banyak penghargaan dan tur dunia mereka sold out, B.A.P tiba-tiba menghilang.

Pada November 2014, B.A.P mengajukan gugatan untuk membatalkan kontrak mereka dengan TS Entertainment. Isi gugatannya mencengangkan publik:

1. *Kontrak Budak 7 Tahun:* Kontrak yang tidak adil dan terlalu panjang.

2. *Pembagian Keuntungan yang Tidak Masuk Akal:* Dari total pendapatan yang mereka hasilkan yang mencapai miliaran won, setiap member dikabarkan hanya menerima sekitar 18 juta won (sekitar 200 juta rupiah saat itu) selama 3 tahun berkarir. Padahal mereka adalah salah satu grup dengan jadwal paling padat di K-Pop.

3. *Kondisi Kerja Tidak Manusiawi:* Mereka dipaksa bekerja tanpa istirahat, hidup dalam kondisi yang buruk, dan agensi tidak transparan soal keuangan.

Inilah yang mematahkan hati BABY. B.A.P harus hiatus selama hampir 2 tahun di masa emas mereka untuk berperang di pengadilan. Di industri K-Pop di mana 2 tahun adalah waktu yang sangat lama, hiatus itu fatal.

Mereka akhirnya berdamai dan kembali pada tahun 2015 dengan album "Matrix", tapi momentum sudah hilang. Kepercayaan pada agensi sudah hancur.

TS Entertainment terus menunjukkan manajemen yang buruk, mulai dari tidak mempromosikan comeback dengan benar, tidak menjaga kesehatan mental member, hingga kasus Himchan yang tersandung masalah hukum yang membuat citra grup semakin terpuruk.

Satu per satu member pergi. Pada tahun 2018 Bang Yongguk, leader dan otak musik dari B.A.P, memutuskan tidak memperpanjang kontrak. Diikuti Zelo di Desember 2018. Dan pada Februari 2019, empat member tersisa - Himchan, Daehyun, Youngjae, dan Jongup - secara resmi meninggalkan TS Entertainment.

*B.A.P resmi bubar, bukan karena mereka tidak laku, tapi karena mereka sudah terlalu lelah.*

Kini, B.A.P dikenang sebagai grup "What If" terbesar di K-Pop. What if mereka berada di agensi yang benar? Mereka punya semua yang dibutuhkan: rap, vokal, dance, visual, produksi musik yang dilakukan member sendiri, dan fandom yang solid.

Kisah B.A.P menjadi pelajaran pahit bagi industri K-Pop tentang bagaimana agensi yang serakah bisa membunuh berlian yang sudah mereka asah sendiri.

Meski begitu, BABY masih ada. Dan bagi mereka yang tumbuh di era 2012, nama B.A.P akan selalu disejajarkan dengan EXO, bukan sebagai yang kalah, tapi sebagai rival yang direnggut kesempatannya untuk menjadi legenda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....