Malam Pertama, Komunikasi Lebih Penting
- 24 Sep 2026 15:44 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Malam pertama sering dianggap sebagai momen yang harus berjalan sesuai harapan.
Padahal, bagi pasangan yang baru menikah, hal yang jauh lebih penting adalah membangun rasa nyaman dan saling memahami.
Sebelum berhubungan seksual, pasangan sebaiknya tidak ragu membicarakan kesiapan masing-masing.
Hal sederhana seperti merasa lelah, gugup, takut atau belum siap merupakan hal yang wajar untuk disampaikan.
Komunikasi juga membantu pasangan mengetahui apa yang membuat satu sama lain nyaman maupun tidak nyaman.
Hubungan seksual bukan sesuatu yang harus dilakukan karena tuntutan atau tekanan dari pasangan maupun lingkungan.
Persetujuan juga menjadi bagian penting. Kedua pasangan perlu sama-sama menginginkan dan merasa nyaman.
Jika salah satu belum siap, hubungan seksual dapat ditunda tanpa harus merasa bersalah.
Selain itu, pengalaman pertama tidak selalu berjalan sempurna. Pasangan mungkin merasa canggung, gugup atau belum menemukan ritme yang nyaman.
Kondisi tersebut tidak berarti ada yang salah dengan hubungan mereka.
Menurut Planned Parenthood, pengalaman seksual pertama setiap orang dapat berbeda.
Komunikasi dan persetujuan menjadi bagian penting agar kedua pasangan merasa aman dan nyaman.
Jika hubungan seksual menimbulkan rasa sakit yang berat atau berulang, pasangan juga tidak perlu memaksakan diri. Kondisi tersebut dapat diperiksakan kepada dokter karena nyeri saat berhubungan bisa memiliki berbagai penyebab.
Pada akhirnya, malam pertama bukan tentang membuktikan siapa yang lebih berpengalaman atau apakah semuanya berjalan sempurna.
Ini adalah bagian dari proses dua orang yang baru memulai kehidupan bersama.
Tidak perlu terburu-buru. Bicarakan, saling dengarkan, dan jalani sesuai kesiapan bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....