Metode Tes Kehamilan ala Mesir Kuno, Ada sejak 3.000 Tahun Lalu
- 21 Sep 2026 12:07 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Jauh sebelum test pack ditemukan, masyarakat Mesir Kuno ternyata sudah memiliki cara untuk mengetahui kemungkinan kehamilan. Caranya cukup unik, yakni menggunakan urine dan biji-bijian.
Metode tersebut diperkirakan telah dikenal sejak sekitar 1500–1300 SM, atau lebih dari 3.000 tahun lalu.
Catatannya ditemukan dalam sejumlah papirus medis Mesir Kuno, termasuk Berlin Papyrus 3038 yang diperkirakan berasal sekitar 1350 SM.
Caranya, urine perempuan digunakan untuk membasahi biji-bijian seperti gandum dan jelai setiap hari. Jika biji-bijian tersebut tumbuh, kondisi itu dianggap sebagai tanda bahwa perempuan tersebut kemungkinan sedang hamil.
Menariknya, penelitian modern menunjukkan bahwa urine perempuan hamil memang dapat memengaruhi pertumbuhan beberapa jenis biji-bijian.
Artinya, pengamatan masyarakat Mesir Kuno tersebut ternyata memiliki sedikit dasar biologis, meskipun mereka tentu belum mengetahui hormon kehamilan seperti yang dipahami dalam ilmu kedokteran saat ini.
Namun, bukan berarti metode ini merupakan tes kehamilan yang akurat.
Pertumbuhan biji dipengaruhi banyak faktor, sehingga hasilnya tidak dapat digunakan untuk memastikan seseorang hamil atau tidak.
Metode ini juga tidak dapat digunakan untuk menentukan jenis kelamin bayi, meskipun dalam catatan Mesir Kuno terdapat interpretasi bahwa jenis biji yang lebih dahulu tumbuh berkaitan dengan jenis kelamin janin.
Penelitian selanjutnya tidak menemukan hubungan yang dapat diandalkan antara pertumbuhan biji dan jenis kelamin janin.
Karena itu, metode tersebut lebih tepat dipandang sebagai catatan sejarah tentang upaya manusia mendeteksi kehamilan, bukan sebagai metode pemeriksaan medis yang bisa digunakan saat ini.
Kini, test pack menggunakan prinsip yang jauh lebih spesifik, yaitu mendeteksi hormon human chorionic gonadotropin (hCG) dalam urine.
Hasilnya dapat diketahui dalam waktu singkat dan jauh lebih dapat diandalkan dibandingkan metode biji-bijian.
Dari biji gandum dan jelai sekitar 3.000 tahun lalu hingga test pack modern, cara manusia mendeteksi kehamilan telah mengalami perjalanan panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....