Keroncong Masih Berdenyut di Tangan Anak Muda Mamuju

  • 21 Agt 2026 12:31 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju – Di tengah derasnya arus musik modern, keroncong kembali menemukan panggungnya di Mamuju.

Bukan melalui generasi yang tumbuh bersama musik tersebut, melainkan lewat tangan anak-anak muda yang tergabung dalam grup K.Use (Keroncong untuk Semua).

K.Use tampil dalam Pagelaran Musik Keroncong Perjuangan “Dedikasi untuk Veteran” yang digelar di halaman Landscape Taman Baca Mamuju, Selasa malam (18/8/2026).

Pertunjukan yang berlangsung mulai pukul 20.30 hingga 22.00 WITA tersebut menjadi salah satu momentum menarik bagi perkembangan musik keroncong di Mamuju.

K.Use yang beranggotakan pemuda-pemuda dengan kecintaan terhadap musik keroncong mencoba membuktikan bahwa genre yang identik dengan nuansa klasik dan nostalgia tersebut masih bisa dinikmati di era modern.

Bahkan, penampilan mereka justru mendapatkan respons emosional dari para veteran yang hadir langsung menyaksikan pertunjukan.

Ketua Veteran Mamuju, H. Multasim, mengaku terpukau sekaligus haru melihat keroncong kembali dimainkan secara langsung oleh anak-anak muda. Setelah puluhan tahun, ia kembali mendengarkan musik yang mengingatkan pada suasana masa lalu.

“Setelah puluhan tahun, zaman semakin modern, baru kali ini dapat mendengarkan keroncong kembali, bahkan dimainkan secara live oleh pemain-pemain muda,” tutur H. Multasim.

Bagi K.Use, kesempatan tampil di hadapan para veteran bukan hanya tentang pertunjukan musik. Alunan gitar, biola, suling dan instrumen keroncong lainnya menjadi cara mereka memperlihatkan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang bisa terus dirawat melalui regenerasi.

Pemerhati Veteran Mamuju, Sugianto Ahmad, mengatakan keroncong dipilih karena memiliki kedekatan kuat dengan suasana perjuangan dan perjalanan sejarah bangsa. Ia berharap generasi muda tidak hanya mengenal keroncong sebagai musik masa lalu, tetapi juga berani memainkan dan mengembangkannya.

Kehadiran K.Use menjadi gambaran bahwa regenerasi musik keroncong masih memiliki harapan.

Ketika anak muda mulai mengambil peran, musik yang pernah menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa itu kembali mendapatkan kesempatan untuk didengar oleh generasi baru.

Dan malam itu, K.Use seolah memberikan pesan sederhana: keroncong boleh lahir dari masa lalu, tetapi nadanya masih bisa tumbuh di tangan anak muda hari ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....