Pernikahan Impian vs Realita, Banyak Pasangan Baru Sadar saat Hari H Sudah Dekat
- 25 Mei 2026 08:34 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Bagi banyak pasangan, pernikahan sering dibayangkan sebagai momen indah yang berjalan sempurna sesuai impian.
Dekorasi cantik, tamu yang ramai, pakaian elegan, hingga suasana romantis menjadi gambaran yang sering muncul sejak jauh hari.
Namun saat proses persiapan dimulai, tidak sedikit calon pengantin yang akhirnya menyadari bahwa mengurus pernikahan ternyata jauh lebih kompleks dari yang dibayangkan.
Mulai dari urusan vendor, revisi anggaran, perbedaan pendapat keluarga, hingga jadwal yang padat, semuanya perlahan menjadi tantangan tersendiri.
Bahkan beberapa pasangan mengaku baru benar-benar merasakan tekanan mental ketika hari pernikahan tinggal menghitung minggu.
Salah satu hal yang paling sering terjadi adalah membengkaknya biaya di luar rencana awal. Banyak pengeluaran kecil yang awalnya dianggap sepele justru menumpuk menjelang acara berlangsung.
Mulai dari biaya tambahan dekorasi, souvenir, cetak ulang undangan, hingga kebutuhan mendadak lainnya.
Selain masalah biaya, pembagian waktu juga menjadi tantangan besar. Di tengah kesibukan kerja atau aktivitas sehari-hari, pasangan tetap harus menyempatkan waktu untuk meeting vendor, fitting pakaian, survei lokasi hingga mengurus administrasi pernikahan.
Tak jarang, kondisi ini membuat calon pengantin mudah lelah dan sensitif. Perbedaan pendapat kecil pun bisa berubah menjadi perdebatan karena tekanan selama persiapan acara.
Menariknya, banyak pasangan justru mulai memahami bahwa inti dari pernikahan bukan hanya soal acara yang mewah atau terlihat sempurna di media sosial.
Semakin dekat dengan hari H, banyak yang mulai lebih fokus pada kenyamanan keluarga, suasana hangat, dan momen kebersamaan.
Di sisi lain, media sosial juga cukup memengaruhi ekspektasi pernikahan masa kini. Tren dekorasi viral, konsep pesta modern, hingga dokumentasi cinematic sering membuat pasangan tanpa sadar membandingkan acara mereka dengan orang lain.
Padahal setiap pernikahan memiliki cerita dan kemampuan yang berbeda. Tidak semua hal harus mengikuti tren demi terlihat sempurna.
Karena itu, banyak wedding organizer kini menyarankan pasangan untuk lebih realistis dalam menyusun konsep pernikahan.
Menentukan prioritas dianggap lebih penting dibanding memaksakan semua detail harus terlihat mewah.
Pada akhirnya, pernikahan bukan tentang siapa yang memiliki pesta paling besar atau dekorasi paling mahal.
Yang paling diingat justru biasanya adalah suasana hangat, tawa keluarga, serta momen sederhana yang terjadi selama acara berlangsung.
Sebab ketika hari pernikahan selesai, yang tersisa bukan hanya foto dan video, tetapi juga awal perjalanan baru yang akan dijalani bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....