Dengkuran Pasangan: Menenangkan atau Justru Mengganggu?
- 07 Apr 2026 23:57 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Tidur bersama pasangan sering dianggap momen paling nyaman setelah aktivitas seharian. Namun, kondisi berubah ketika pasangan mulai mendengkur.
Sebagian orang menganggap suara itu menenangkan, sementara lainnya merasa sangat terganggu. Lalu, sebenarnya mendengarkan dengkuran pasangan ada manfaatnya atau justru berdampak buruk?
Secara medis, dengkuran terjadi karena aliran udara terhambat saat tidur, sehingga jaringan di tenggorokan bergetar dan menghasilkan suara.
Kondisi ini bisa ringan, tetapi juga bisa menjadi tanda gangguan tidur yang lebih serius.
Menurut Sleep Foundation, dengkuran pasangan dapat memengaruhi kualitas tidur orang di sekitarnya. Dalam penjelasannya disebutkan bahwa “snoring can disrupt a bed partner’s sleep and contribute to daytime fatigue and irritability” atau dengkuran dapat mengganggu tidur pasangan dan menyebabkan kelelahan serta mudah marah di siang hari.
Gangguan tidur ini bukan hal kecil. Kurang tidur secara terus-menerus dapat memicu stres, menurunkan konsentrasi, bahkan berdampak pada hubungan emosional pasangan.
Hal senada juga dijelaskan oleh Mayo Clinic yang menyebutkan bahwa dengkuran keras dapat menjadi tanda kondisi seperti sleep apnea.
Kondisi ini bukan hanya mengganggu pasangan, tetapi juga berisiko bagi kesehatan penderita. Dalam penjelasannya, Mayo Clinic menyebutkan bahwa dengkuran yang disertai jeda napas bisa menyebabkan kualitas tidur buruk baik bagi penderita maupun pasangannya.
Meski begitu, ada juga yang mengaku merasa tenang saat mendengar dengkuran pasangan. Secara psikologis, suara tersebut bisa menjadi tanda bahwa pasangan berada di dekatnya, sehingga menimbulkan rasa aman.
Namun para ahli menilai efek ini bersifat emosional, bukan manfaat kesehatan langsung dari dengkuran itu sendiri.
Dalam praktiknya, dampak dengkuran pasangan bisa berbeda-beda:
- Dengkuran ringan terkadang masih bisa ditoleransi
- Dengkuran keras cenderung mengganggu kualitas tidur
- Kurang tidur dapat memicu emosi negatif dan konflik pasangan
- Dalam jangka panjang bisa memengaruhi kesehatan fisik dan mental
Kesimpulannya, mendengarkan dengkuran pasangan lebih sering berdampak mengganggu daripada menenangkan.
Jika dengkuran terjadi terus-menerus dan cukup keras, sebaiknya tidak diabaikan karena bisa menjadi tanda gangguan tidur yang perlu ditangani.
Namun jika masih ringan, sebagian orang mungkin tetap merasa nyaman karena faktor kedekatan emosional dengan pasangan.
Jadi, bukan dengkurannya yang bermanfaat, melainkan rasa aman karena tidur bersama orang terkasih.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....