Mengenal Fenomena Punic Buyying yang Sering Terjadi di Masyarakat

  • 03 Apr 2026 06:34 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju – Fenomena panic buying kembali menjadi perhatian publik menyusul kebijakan pemerintah terkait pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) yang mulai diberlakukan pada 1 April 2026. Kondisi ini dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kelangkaan maupun perubahan harga, meskipun pemerintah telah memberikan penjelasan resmi.

Panic buying merupakan perilaku membeli barang dalam jumlah besar secara tiba-tiba akibat rasa cemas atau takut kehabisan. Tindakan ini umumnya tidak didasarkan pada kebutuhan riil, melainkan dorongan emosional.

Fenomena tersebut kerap muncul saat terjadi situasi yang menimbulkan ketidakpastian, seperti krisis ekonomi, bencana alam, hingga kebijakan baru pemerintah. Dalam kondisi tersebut, masyarakat cenderung bereaksi dengan membeli barang melebihi kebutuhan sehari-hari.

Sejumlah komoditas yang biasanya terdampak antara lain bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, hingga bahan bakar. Lonjakan pembelian dalam waktu singkat berpotensi menyebabkan stok di pasaran menipis.

Selain berdampak pada ketersediaan barang, panic buying juga dapat memicu kenaikan harga. Masyarakat yang tidak sempat membeli lebih awal berisiko mengalami kesulitan mendapatkan barang dengan harga normal.

Fenomena ini juga menunjukkan besarnya pengaruh informasi terhadap perilaku publik. Penyebaran kabar yang belum terverifikasi atau kurang jelas sering memperburuk situasi, sehingga mendorong masyarakat mengambil keputusan secara terburu-buru.

Dari sisi psikologis, perilaku ini dipicu oleh rasa takut, cemas, serta keinginan untuk merasa aman. Ketika melihat orang lain membeli dalam jumlah besar, individu lain cenderung mengikuti tindakan serupa.

Untuk itu, masyarakat diimbau tetap tenang dan berbelanja sesuai kebutuhan. Pemerintah bersama pihak terkait juga diharapkan terus memastikan ketersediaan stok serta menyampaikan informasi yang akurat dan transparan.

Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat diharapkan dapat bersikap lebih bijak dan tidak mudah terpengaruh situasi yang berpotensi memicu kepanikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....