Fenomena “Healing Tipis-tipis” di Kalangan Pekerja Muda

  • 31 Mar 2026 20:49 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Istilah “healing tipis-tipis” belakangan akrab di kalangan pekerja muda perkotaan. Mereka memaknai healing sebagai jeda singkat dari rutinitas kantor, bukan liburan panjang dan mahal.

Kegiatan yang dipilih biasanya sederhana, seperti nongkrong di kafe, karaoke setelah jam kerja, atau jalan sore ke taman kota. Fokusnya pada suasana santai, obrolan ringan, dan melepas penat bersama teman dekat.

Media sosial berperan besar membentuk tren ini, dengan konten foto dan video pendek bertema “healing murah meriah”. Unggahan tersebut memberi legitimasi bahwa beristirahat sejenak dari pekerjaan adalah kebutuhan, bukan kemewahan.

Banyak pekerja mengaku terhimpit target dan tekanan kerja, namun tidak punya cukup waktu cuti untuk liburan jauh. Healing tipis-tipis menjadi kompromi, agar tetap waras tanpa harus menguras tabungan atau menantang atasan.

Sebagian memilih aktivitas yang mendekatkan diri dengan hobi lama, seperti membaca di perpustakaan, menonton film di bioskop, atau bersepeda santai di sekitar lingkungan rumah. Aktivitas singkat ini membantu mengisi ulang energi emosional.

Di sisi lain, psikolog kerap mengingatkan bahwa healing tipis-tipis sebaiknya tidak berhenti pada konsumsi dan pelarian sesaat. Mereka mendorong pekerja juga mengelola stres melalui komunikasi sehat, batas kerja jelas, dan pola hidup lebih seimbang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....