Lima Strategi Tingkatkan Konsentrasi Anak dengan Bahan Alam

  • 31 Jan 2026 17:21 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju: Orang tua seringkali menghadapi dilema antara memberikan akses teknologi kepada anak dan menjaga perkembangan kognitif yang optimal.

Berdasarkan temuan para ahli, RRI merangkum lima strategi praktis yang dapat diterapkan orang tua untuk meningkatkan konsentrasi anak menggunakan bahan-bahan alam yang mudah ditemukan di sekitar rumah.

Strategi pertama adalah mengumpulkan "harta karun" alam bersama anak. Ajak anak berburu bahan-bahan seperti batu beraneka ukuran, ranting kering, daun dengan bentuk unik, biji-bijian, atau kerang. Aktivitas ini tidak hanya melatih observasi tetapi juga membangun koneksi emosional anak dengan alam.

"Bahan-bahan alam memberikan pengalaman sensorik yang kaya dan membantu menyambungkan sel-sel saraf di otak anak," jelas Dini Andriani, M.Pd., ahli pendidikan anak usia dini.

Strategi kedua adalah menyediakan arena eksplorasi bebas di rumah. Siapkan satu area khusus sebagai "zona loose parts" di mana anak dapat bebas memanipulasi bahan-bahan alam tanpa instruksi ketat. Berikan kebebasan bagi anak untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan penyusunan dan perakitan.

"Sifat terbuka dari bahan loose parts memungkinkan anak mengembangkan kreativitas dan konsentrasi secara alami," ujar Syifa Nurjanah, M.Pd., peneliti perkembangan motorik anak.

Strategi ketiga adalah mengajukan pertanyaan pemicu berpikir daripada memberikan contoh jadi. Orang tua dapat bertanya, "Bagaimana caranya membuat menara setinggi-tingginya dari batu-batu ini?" atau "Bisakah kamu membuat pola yang indah dari daun-daun ini?" Pertanyaan terbuka semacam ini mendorong anak berpikir kritis dan mempertahankan fokus untuk mencari solusi.

Strategi keempat adalah memberikan apresiasi spesifik atas proses yang dilakukan anak. Pujian seperti "Wah, kamu sangat teliti menyusun batu-batu ini sampai seimbang!" akan memperkuat motivasi intrinsik anak.

Strategi terakhir adalah konsistensi dalam menyediakan waktu dan ruang untuk aktivitas semacam ini, sehingga anak terbiasa dengan pola pembelajaran yang membutuhkan ketekunan dan fokus yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....