Rahasia Mengerikan di Balik Kitab Sijjin Illiyyin

  • 26 Nov 2025 08:21 WIB
  •  Mamuju

KBRN, Mamuju : Film Kitab Sijjin & Illiyyin menjadi salah satu horor Indonesia paling diperbincangkan pada tahun 2025. Disutradarai Hadrah Daeng Ratu dan ditulis Lele Laila, film ini memadukan unsur horor, drama keluarga, dan sentuhan religius yang kuat. Sejak awal, film ini mengusung atmosfer gelap penuh ketegangan yang terasa berbeda dari horor konvensional. Penonton diajak masuk ke dunia penuh dendam, santet, dan trauma melalui kisah tragis seorang perempuan bernama Yuli.

Cerita film ini berpusat pada Yuli, yang diperankan dengan sangat meyakinkan oleh Yunita Siregar. Yuli adalah perempuan yang hidupnya hancur setelah direnggut dari keluarganya, kehilangan kasih sayang, dan diperlakukan semena-mena oleh keluarga tirinya. Ia dihina, diasingkan, dan diperlakukan sebagai beban. Luka batin yang menumpuk membuatnya tenggelam dalam keputusasaan. Ketika tak ada lagi tempat untuk bersandar, Yuli mengambil jalan yang paling kelam: memanggil kekuatan hitam untuk membalaskan dendamnya kepada keluarga yang telah merenggut masa depannya.

Di sinilah inti horor film ini muncul. Yuli menggunakan ritual santet yang sangat menyeramkan sebuah proses gelap yang mengharuskan penulisan nama korban ke dalam jenazah yang belum dikuburkan lebih dari 40 hari. Ritual itu harus selesai dalam tujuh hari, dan jika berhasil, teror supranatural akan menimpa keluarga tirinya: Ambar dan anak-anaknya. Namun keputusan Yuli tidak hanya memicu malapetaka bagi keluarganya, tetapi juga membuka pintu ke dunia spiritual penuh bahaya yang bisa kembali menghantam dirinya sendiri. Film ini sukses membangun ketegangan lewat visual gelap, suara yang mencekam, dan adegan ritual yang menggetarkan.

Sebagai tontonan horor, Kitab Sijjin & Illiyyin menawarkan dua kekuatan utama: teror psikologis dan emosi manusia. Film ini tidak hanya mengandalkan jump scare, tetapi juga menggali sisi gelap manusia ketika dendam menguasai hati. Akting para pemeran pendukung seperti Dinda Kanya Dewi, Tarra Budiman, dan Sulthan Hamonangan membuat konflik keluarga terasa hidup dan intens. Namun, bagi sebagian penonton, tema santet dan penggunaan elemen spiritual mungkin terasa berat dan sensitif. Beberapa bagian ceritanya juga dapat terasa familiar bagi penonton horor yang terbiasa dengan tema balas dendam.

Meski begitu, film ini tetap berhasil memberikan pengalaman yang kuat: menegangkan, emosional, dan penuh makna. Kitab Sijjin & Illiyyin bukan hanya berbicara tentang dunia gaib, tetapi juga tentang luka yang tidak pernah benar-benar hilang dan bagaimana dendam dapat menelan siapa pun yang memupuknya. Bagi pecinta horor lokal, film ini adalah tontonan wajib menyatukan kisah gelap, budaya lokal, dan dilema moral dalam satu paket yang mengguncang. Jika Anda menyukai horor yang bukan hanya menakutkan tetapi juga menggugah emosi, film ini layak masuk daftar wajib tonton.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....