Gurihnya Bau Peapi Kuliner Warisan Budaya Mandar Mamuju

  • 16 Mar 2026 12:46 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Pernahkah anda berkunjung ke Provinsi Sulawesi Barat? jika belum, sepertinya anda harus segera nih berkunjung ke sana. Karena di sana anda akan mendapati berbagai macam keunikan dan keragaman budaya sejarah hingga kulinernya.

Nah berbicara tentang kuliner, saat anda berada di Provinsi Sulawesi Barat tidak akan lengkap rasanya jika belum mencicipi salah satu wisata kuliner andalan di sana.

Ya namanya Bau Peapi, adalah olahan ikan laut yang dimasak menggunakan bumbu dan bahan khas daerah Mandar.

Bau Peapi ini dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama Ikan Kuah Kuning Mandar. Sekilas tidak ada yang istimewa jika hanya mendengar dari namanya saja namun jika anda dihadapkan dengan hidangan Bau Peapi dengan visualnya yang mewah, jangan heran jika selera anda seketika langsung tergugah.

Kemilau kuah kuningnya dengan aroma rempah tumisnya yang semerbak membuat siapapun yang melihatnya akan tergoda, dan siapapun yang menyantapnya tidak akan merasa puas jika tidak menambah porsi makan lagi dan lagi.

Bau Peapi ini memang terkenal dengan julukan penambah selera makan. Nah untuk anda yang sedang dalam program diet jangan coba-coba ya, bisa dipastikan program diet anda akan gagal total jika mencicipi makanan yang satu ini.

Yang unik dari Bau Peapi atau Ikan Kuah Kuning ini adalah tidak ada takaran tertentu untuk bumbu yang digunaka, anda hanya memerlukan insting untuk membuat paduan bumbu yang sempurna dan sesuai dengan selera anda.

Jika anda menambah lebih banyak minyak maka rasa gurihnya akan lebih kental. Jika anda menambahkan asam lebih banyak maka rasa asamnya akan lebih kental.

Namun perlu diketahui bahwa resep asli dari Bau Peapi ini adalah menggunakan bumbu bawang Mandar yang merupakan bawang merah lokal yang berasal dari daerah Mandar.

Kemudian menggunakan minyak kelapa asli yang proses pengolahannya berdasarkan tata cara orang Mandar dalam mengolah daging kelapa menjadi minyak.

Bumbu ketiga menggunakan asam mangga yang merupakan daging buah mangga mentah yang dikeringkan dalam potongan-potongan kecil. Bumbu lainnya anda cukup menambahkan bawang putih, cabai rawit atau cabai keriting, kunyit dan sedikit merica.

Kuliner ini memang populer di kalangan masyarakat provinsi Sulawesi Barat tak terkecuali bagi para pendatang yang telah menetap di daerah ini.

Salah Seorang warga tarosa Kabupaten Mamuju Tengah yang bernama Muhammad Rusli yang kini telah menetap di Mamuju sebagai seorang pebisnis sangat antusias jika disebutkan tentang Bau Peapi.

Pendengar, di era modernisasi zaman saat ini sajian wisata kuliner akan lebih beragam dan lebih mudah untuk anda dapatkan.

Namun akan menjadi keberuntungan tersendiri jika anda menemukan wisata kuliner khas daerah yang merupakan warisan secara turun-temurun dari nenek moyang di daerah tersebut yang masih bertahan hingga saat ini dan masih memiliki peminat yang cukup tinggi.

Keberuntungan ini bisa anda dapatkan salah satunya dari wisata kuliner Bau Peapi. Bau Peapi sendiri merupakan kuliner warisan secara turun temurun dari nenek moyang suku Mandar dan suku Mandar Mamuju.

Keunggulan yang paling menonjol dari Bau Peapi ini adalah mampu bertahan empat hingga lima hari dalam lemari es dalam suhu freezer tanpa menggunakan bahan pengawet sedikitpun.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....