Benarkah Cara Mendidik Anak Harus Sesuai Zamannya?
- 29 Jul 2025 06:01 WIB
- Mamuju
KBRN, Mamuju : Di tengah tantangan zaman yang terus berubah, pendidikan karakter anak menjadi tanggung jawab utama orang tua sebagai pilar pertama dalam proses pembentukan kepribadian. Dalam dialog Mutiara Pagi bersama Ustaz Sukri Mondang, terungkap betapa pentingnya peran ayah dan ibu dalam menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini sebagai fondasi utama karakter anak.
Pendidikan Bukan Sekadar Kata, tapi Keteladanan. Jika orang tua ingin anaknya rajin shalat, maka orang tua harus menunjukkan kebiasaan shalat yang konsisten dan khusyuk. Anak-anak lebih mudah meniru daripada memahami teori. Mereka belajar dari apa yang mereka lihat setiap hari.
“Jangan hanya menyuruh anak salat, tapi kita sendiri tidak salat. Anak-anak belajar dari tindakan, bukan sekadar ucapan,” ujar Ustaz Sukri.
Setiap generasi memiliki tantangan dan cara pendekatannya masing-masing. Cara mendidik anak zaman dahulu yang cenderung keras, tegas, dan disiplin ekstrem, di masa sekarang perlu dimodifikasi dengan pendekatan yang lebih lembut, dialogis, dan penuh observasi.
Namun, bukan berarti semua cara lama ditinggalkan. Justru, nilai-nilai seperti kedisiplinan, rasa hormat, dan tanggung jawab tetap penting, hanya saja perlu disampaikan dengan cara yang relevan dengan kondisi dan psikologi anak zaman sekarang.
“Kalau dulu pendidikan dengan rotan, sekarang dengan pelukan dan percakapan. Tapi jangan semua kelembutan dibiarkan tanpa arah, nanti anak tidak berakhlak dan tidak takut pada orang dewasa,” tambah beliau.
Yang perlu dilakukan adalah mengadopsi nilai-nilai baik dari masa lalu seperti kedisiplinan dan rasa tanggung jawab, lalu menggabungkannya dengan pendekatan kekinian seperti komunikasi yang terbuka, penggunaan teknologi untuk belajar, dan metode pendidikan yang menyenangkan.
Anak-anak zaman sekarang hidup di era digital. Mereka butuh pendekatan yang dekat, bersahabat, namun tetap tegas. Di sinilah pentingnya peran orang tua untuk terus belajar dan berkembang, agar mampu menjadi sahabat sekaligus pembimbing bagi anak-anak mereka.
Ustaz Sukri juga menekankan bahwa pendidikan anak bukan hanya tugas ibu, melainkan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu. Keduanya memiliki pengaruh yang sangat besar karena menjadi figur paling dekat yang dilihat dan ditiru anak setiap hari.
“Ayah dan ibu harus kompak. Jangan hanya ibu yang mendidik. Anak-anak butuh kehadiran keduanya untuk belajar keseimbangan antara kelembutan dan ketegasan,” ujar Ustaz Sukri.
Pendidikan karakter anak adalah proses jangka panjang yang dimulai dari rumah. Orang tua adalah contoh pertama dan utama. Pendekatan zaman boleh berbeda, tapi nilai-nilai kebaikan tetap harus dijaga. Kuncinya adalah keseimbangan antara keteladanan, komunikasi yang baik, dan disiplin yang bijak. Anak-anak tidak dilahirkan untuk menjadi salinan masa lalu, tetapi juga bukan untuk lepas dari nilai-nilai luhur yang pernah membentuk generasi sebelumnya.(Sumber Open AI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....