Puasa Muharram: Keutamaan dan Tuntunannya

  • 27 Jun 2025 07:45 WIB
  •  Mamuju

KBRN, Mamuju : Puasa Muharram adalah ibadah puasa yang dilakukan pada bulan Muharram, salah satu dari empat bulan haram dalam kalender Hijriah. Di antara hari-hari dalam bulan ini, hari ke-10, yang dikenal sebagai Hari Asyura, memiliki keutamaan khusus dalam Islam.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik puasa setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram.”

(HR. Muslim no. 1982)

Bulan Muharram disebut sebagai "syahrullah" (bulan Allah), menunjukkan betapa agungnya bulan ini dalam pandangan Islam.

Hari Asyura adalah hari ke-10 di bulan Muharram. Nabi Muhammad SAW berpuasa pada hari ini dan menganjurkan umatnya untuk melakukannya. Sebelumnya, puasa Asyura juga dilakukan oleh kaum Yahudi sebagai peringatan atas diselamatkannya Nabi Musa dari Fir'aun. Untuk membedakan diri dari mereka, Nabi SAW menganjurkan umat Islam untuk juga berpuasa pada hari sebelum atau sesudahnya.

Tanggal disunnahkannya puasa:

9 Muharram (Tasu’a)

10 Muharram (Asyura)

11 Muharram (bila ingin menambah)

Contoh niat puasa Muharram (Arab):

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ شَهْرِ ٱللّٰهِ ٱلْمُحَرَّمِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya:

“Saya niat puasa sunah bulan Allah, Muharram, karena Allah Ta’ala.”

Manfaat dan Pahala Puasa Asyura

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu.”

(HR. Muslim no. 1162)

Puasa ini menjadi kesempatan emas untuk mendapatkan ampunan dari dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya.

Puasa Muharram, terutama pada hari Asyura, merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Momen ini bisa menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan keimanan, dan meneladani sunnah Nabi Muhammad SAW.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....