Muharram: Awal Tahun Baru Islam yang Penuh Makna
- 27 Jun 2025 07:10 WIB
- Mamuju
KBRN, Mamuju : Muharram menandai bulan pertama dalam kalender Hijriyah dan menjadi salah satu dari empat bulan suci dalam Islam. Bulan ini bukan sekadar pergantian tahun, tetapi juga momentum spiritual yang penuh makna dan perenungan.
Rasulullah SAW menyebut Muharram sebagai "Syahrullah" (bulannya Allah) – menunjukkan kemuliaan dan keutamaan bulan ini. Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, seperti berpuasa, bersedekah, dan memperbanyak doa.
Salah satu hari paling istimewa dalam bulan Muharram adalah Hari Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk berpuasa pada hari ini karena pada hari tersebut Allah menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun.
"Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram." (HR. Muslim)
Tahun baru Hijriyah juga mengingatkan umat Islam pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah. Hijrah bukan hanya perpindahan fisik, melainkan simbol transformasi menuju kehidupan yang lebih baik baik secara spiritual, sosial, maupun moral.
Muharram mengajak kita untuk melakukan muhasabah (introspeksi diri). Apakah hidup kita sudah mencerminkan nilai-nilai Islam? Sudahkah kita menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun lalu?
Di berbagai daerah di Indonesia, Muharram juga diperingati dengan beragam tradisi lokal, seperti santunan anak yatim, doa bersama, hingga pawai obor. Meski berbeda cara, esensinya tetap sama: memperkuat keimanan, kepedulian sosial, dan solidaritas umat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....