Kopi Mamasa, Warisan budaya Sulawesi barat
- 17 Jun 2025 14:20 WIB
- Mamuju
KBRN, Mamasa : Di balik keindahan alam Mamasa, Sulawesi Barat, terdapat sejarah panjang yang terpendam dalam secangkir kopi. Kopi yang dikenal dengan nama Kopi Mamasa ini bukan hanya sekadar minuman, tetapi juga merupakan warisan budaya Sulawesi Barat yang telah ada sejak masa penjajahan Belanda.
Hal itu disampaikan oleh Mika Pokiringan yang merupakan salah satu pendiri Kelompok Tani Kopi Berkat Rantekatoan dalam acara ngomong bareng komunitas (Ngobras) RRI Mamuju, senin 16/06/2025.
‘’Masyarakat Mamasa sudah budidaya Kopi sejak jaman Belanda, bahkan sempat dinamakan kopi jaman belanda’’. Ujarnya
Salah satu contoh nyatanya yakni Kelompok Tani Kopi Berkat Rantekatoan, yang telah mengelola kebun kopi turun temurun. Kelompok ini memulai usahanya sekitar lima tahun lalu dengan memproduksi kopi dalam kemasan sederhana. Kini, mereka telah menghasilkan produk kopi dalam dua varian yakni Robusta dan Arabika, dengan kemasan yang lebih modern dan menarik.
‘’Kelompok Tani Kopi Berkat Rantekatoan sendiri terletak di desa Osango, dusun Rantekatoan, Mamasa, yang dimana memang masyrakat disana dominan petani kopi’’, ucap Mika.
Menurutnya, meskipun hasil produksi dari kebun mereka terbatas, mereka juga menyerap hasil dari kebun-kebun lain di sekitar Mamasa untuk memenuhi permintaan pasar. Dengan produksi tahunan mencapai sekitar 3.400 kilogram, mereka mampu memasok kopi ke berbagai wilayah di Sulawesi Barat.
Produk kopi Mamasa kini tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mulai merambah pasar internasional. Kualitas dan cita rasa khas kopi Mamasa yang unik menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta kopi.
Dengan semangat dan dedikasi, Kelompok Tani Kopi Berkat Rantekatoan terus berupaya melestarikan warisan budaya ini, menjadikan kopi Mamasa sebagai kebanggaan lokal yang mendunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....