Jejak Sejarah Lahirnya Hari Reformasi Indonesia

  • 20 Mei 2025 10:11 WIB
  •  Mamuju

KBRN, Mamuju Setiap tanggal 21 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Reformasi, sebuah momentum penting dalam sejarah perjalanan demokrasi Indonesia. Peringatan ini mengacu pada peristiwa besar yang terjadi pada 21 Mei 1998, saat Presiden Soeharto mengundurkan diri setelah lebih dari 30 tahun memimpin di era Orde Baru.

Kejatuhan rezim Orde Baru menandai berakhirnya masa pemerintahan otoriter dan membuka pintu bagi era baru yang dikenal sebagai Reformasi. Peristiwa ini bukan sekadar perubahan kepemimpinan, melainkan sebuah gerakan rakyat yang menuntut demokratisasi, penegakan hukum, penghapusan korupsi, dan keadilan sosial.

Akar dari gerakan Reformasi berawal dari krisis moneter Asia pada tahun 1997–1998 yang mengguncang ekonomi Indonesia. Nilai rupiah anjlok, harga kebutuhan pokok melonjak tajam, dan angka pengangguran meningkat drastis. Kondisi ini memicu ketidakpuasan rakyat, terutama mahasiswa, terhadap pemerintahan Soeharto yang dinilai gagal mengatasi krisis dan sarat dengan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Aksi demonstrasi besar-besaran pun terjadi di berbagai kota, dengan puncaknya pada 12–21 Mei 1998 di Jakarta. Ribuan mahasiswa menduduki Gedung DPR/MPR, menuntut reformasi total. Namun, gerakan ini diwarnai tragedi, termasuk kerusuhan 13–15 Mei yang menewaskan ratusan orang serta tragedi Trisakti yang merenggut nyawa empat mahasiswa Universitas Trisakti.

Di tengah tekanan publik yang terus meningkat, pada 21 Mei 1998, Presiden Soeharto akhirnya menyatakan pengunduran dirinya. Wakil Presiden saat itu, B.J. Habibie, kemudian diangkat menjadi Presiden ke-3 Republik Indonesia.

Sejak saat itu, berbagai reformasi dilakukan di bidang politik, hukum, dan pemerintahan. Antara lain, pemilihan presiden secara langsung, kebebasan pers, pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan otonomi daerah. Meski belum semua tuntutan Reformasi sepenuhnya terwujud, era ini tetap menjadi tonggak penting dalam demokratisasi Indonesia.

Hingga kini, 21 Mei diperingati sebagai Hari Reformasi oleh berbagai elemen masyarakat dan lembaga pendidikan untuk mengenang perjuangan rakyat dalam menegakkan demokrasi dan keadilan. Peringatan ini juga menjadi refleksi atas perjalanan bangsa pasca-Orde Baru dan evaluasi terhadap capaian reformasi yang telah berjalan lebih dari dua dekade.

Sejarah mencatat bahwa suara rakyat tidak bisa diabaikan. Hari Reformasi menjadi pengingat bahwa perubahan hanya bisa terjadi jika ada keberanian, solidaritas, dan semangat juang bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....