Tanjung Ngalo, Potensi atau Hanya Cerita
- 03 Mei 2025 12:12 WIB
- Mamuju
Laporan : Dosen Unismu Mamuju / Pemandu Wisata : Arwin S. Pi, M Si
KBRN, Mamuju : Desa Dungkait merupakan salah satu desa yang menyimpan banyak potensi wisata alam yang terletak di Kec. Tapalang Barat, Kab. Mamuju. Memiliki jarak tempuh dari pusat kota mamuju kurang lebih 1 jam 17 menit (43,4 km).
Beberapa potensi wisata alam yang belum dikelola dengan baik seperti wisata pantai tanjung ngalo, wisata mancing, gua, air terjun, air panas (sumber air panas dari alam langsung), serta masih banyak lagi yang akan kita ketahui jika menelusuri lebih dalam juga mempunyai catatan-catatan sejarah di masa lampau yang kesemua itu ketika dikelola dengan baik akan menjadi pusat ekonomi dalam meningkatkan pendapatan desa (PADes) serta masyarakat sekitar.
Tanjung Ngalo adalah salah satu tempat wisata pantai yang ada di Kab. Mamuju khususnya di Kecamatan Tapalang Barat, Desa Dungkait. Tempat ini memiliki keindahan alam yang luar biasa, dengan pasir putihnya, ombaknya yang tenang, sunsetnya yang indah, hamparan pohon mangrove yang punya potensi wisata alam, dengan keindahan pulau kecilnya yang menjulang di depan pantai, spot mancing, spot diving yang bagus, serta para wisatawan dapat memanfaatkan surut air laut untuk mencari kerang serta landak laut sebagai oleh-oleh yang bisa di bawah pulang ke rumah tanpa harus membelinya dan ini bisa saja tidak akan ditemukan di lokasi wisata lainnya.

Foto Wisata Pantai Galo Mamuju
Tanjung Ngalo bukan hanya dikenal dengan wisata pantainya tapi juga memiliki cerita tersendri di kalangan masyarakat sekitar tentang aura mistis yang ada di tempat tersebut tentang adanya kerajaan gaib pada dahulu kala, hal ini masih dipercaya oleh masyarakat sekitar dengan memberikan batasa-batasan wilayah mana yang bisa di akses secara umum oleh pengunjung wisata. Selain itu, Ngalo juga populer di kalangan para pecinta batu akik yang dikenal dengan batu ngalo.
Seiring berkembangnya waktu, pengelolaan Tanjung Ngalo ini banyak mengalami perubahan dimana yang dulu ketikan orang ingin berwisata kesana harus menempuh menggunakan perahu nelayan dan berjalan kaki melewati dalamnya lumpur diantara rimbunnya pohong mangrove serta melewati tambak para pembudidaya. Namun sejak tahun 2017-2018 akses jalan dibuka oleh pemerintah Kab. Mamuju dengan harapan wisata pantai Tanjung Ngalo ini bisa lebih dikembangkan sehingga mempunyai dampak bagi masyarakat dan pemerintah dalam peningkatan ekonomi.
Pengelolaan suatu wisata pantai yang efektif memerlukan kerjasama dari berbagai pihak termasuk pemerintah dan masyarakat lokal itu sendiri dalam memastikan keberlanjutan dan keamanan destinasi wisata.
Pemerintah daerah Kab. Mamuju telah memberikan kepedulian yang sangat luar biasa terhadap pengembangan wisata ini dengan membukakan akses jalan ke lokasi wisata dengan harapan pemerintah desa dan masyarakatnya dapat melihat peluang yang sangat memiliki potensi besar dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) serta meningkatkat pendapatan masyarakat lokal dengan berkembangnya wisata pantai Tanjung Ngalo.
Berdasarkan laporan belanja dana desa dalam beberpa tahun terakhir (2024-2025) yang terinci dalam web resmi desa tidak ditemukan alokasi dalam meningkatkan pengelolaan wisata tanjung ngalo, sehingga wajar saja wisata ini terbengkalai karena memang bukan menjadi perioritas dari pemerintah desa.
Jika kita melihat potensi wisata ini sangat besar peluang dalam peningkatan ekonomi bagi masyarakat sekitar serta pendapatan asli desa jika dikelola dengan baik. Jika pemerintah desa saja acuh terhadap potensi ini maka wajar saja jika masyarakatnya pun ikut bermasa bodo.
Tanjung Ngalo ini sebenarnya Potensi atau hanya cerita?
Jika kita melihat sebagai potensi maka Tanjung Ngalo ini seharusnya sudah mengalami perkembangan bukan mala menjadi lahan yang tidak terurus, sehingga fasilitas-fasilitas yang sudah di bangun dengan hasil pembayaran pajak masyarakat menjadi tidak terurus. Semua harus sadar dan mengesamping ego sektoral demi kemajuan bersama, lain halnya ketika kita melihatnya hanya sebagai cerita.
Ketika kita menganggapnya demikian maka kita cukup mendengar saja cerita-cerita masyarakat yang pernah berkunjung ke tempat ini bahwa tanjung ngalo itu cantik tapi tidak berdampak apa-apa bagi masyarakat sekitar. Jika pemerintah desa tidak sanggup atau tidak ingin mengelolanya maka lebih baik serahkan kepada pemerintah kabupaten untuk mengelolanya.
Menanti Pemimpin (Kepala Desa) baru :
Desa Dungkait saat ini di pimpin oleh pejabat sementra, namun perhatian terhadap pengembangan wisata ini hampir tidak terlihat. Harapan kini tertuju pemimpin yang akan datang, apakah pemimpin yang terpilih nantinya punya arah pembangunan pada pengembangan wisata Tanjung Ngalo atau wisata ini akan seperti saat ini yang seakan tidak terurus. Pemimpin yang baru nantinya diharapkan bisa memanfaakan potensi desa yang ada, tentu bukan hanya pada sektor
pariwisata saja akan tetapi potensi-potensi pada sektor lain perlu di telisik lebih mendalam, sehingga pendapatan asli desa bisa meningkat dan tidak selalu berharap dari transferan dari pusat serta target menjadi desa mandiri bisa tercapai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....