Pager Menjadi Simbol Gaya Hidup Anak 90an

  • 29 Apr 2025 08:02 WIB
  •  Mamuju

KBRN, Mamuju : Sebelum era smartphone dan media sosial mendominasi, generasi 90-an mengandalkan pager sebagai alat komunikasi canggih dan prestisius. Alat kecil berbentuk kotak ini menjadi simbol gaya hidup modern saat itu, terutama di kalangan anak muda dan profesional muda di Indonesia.

Pager, atau sering juga disebut radio panggil, memungkinkan seseorang menerima pesan singkat yang dikirimkan melalui operator. Cara kerjanya sederhana namun cukup revolusioner di zamannya: pengguna pager akan menerima notifikasi jika ada pesan masuk, lalu membaca pesan tersebut yang biasanya berupa instruksi singkat atau nomor telepon untuk segera dihubungi.

Memiliki pager pada tahun 90-an dianggap keren dan eksklusif. Ukurannya yang mungil bisa dengan mudah disematkan di saku atau sabuk, menjadi bagian dari gaya sehari-hari anak muda metropolitan. Beberapa model pager bahkan hadir dengan warna dan desain stylish, makin mempertegas citra "anak gaul" masa itu.

Selain praktis, pager juga membawa budaya baru dalam berkomunikasi. Karena hanya bisa menerima pesan, pengguna harus mencari telepon umum atau telepon rumah untuk membalasnya, membuat komunikasi menjadi lebih terencana dan tidak serba instan seperti sekarang.

Sayangnya, kejayaan pager mulai meredup memasuki akhir 90-an seiring dengan hadirnya ponsel GSM yang menawarkan komunikasi dua arah lebih cepat dan praktis. Meski begitu, bagi generasi yang pernah menggunakannya, pager tetap menjadi bagian dari nostalgia akan masa-masa ketika teknologi sederhana mampu menghadirkan sensasi luar biasa.

Hingga kini, kenangan tentang pager masih hangat di hati banyak orang, mengingatkan pada masa transisi teknologi komunikasi yang penuh dengan cerita unik dan romantis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....