Etika Salaman atau Berjabak Tangan Antara Bukan Mahram
- 02 Apr 2025 17:33 WIB
- Mamuju
KBRN, Mamuju : Dalam ajaran Islam, salim (salaman) atau berjabat tangan antara lelaki dan perempuan yang bukan mahram adalah topik yang sering dibahas, karena ada pandangan yang sangat hati-hati mengenai hal ini. Etika salam antara bukan mahram berlandaskan pada prinsip kehati-hatian dan menjaga kesucian hubungan antara laki-laki dan perempuan.
Berikut adalah beberapa etika yang perlu diperhatikan dalam hal salam atau berjabat tangan antara bukan mahram menurut perspektif Islam:
1. Larangan Berjabat Tangan dengan Bukan Mahram
Pandangan Mayoritas Ulama: Sebagian besar ulama dari mazhab-mazhab Islam (seperti mazhab Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali) berpendapat bahwa berjabat tangan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram adalah haram. Hal ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa tidak dibenarkan bagi seorang pria dan wanita yang bukan mahram untuk bersentuhan tangan.
Sebagai contoh, Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Sesungguhnya aku tidak menyentuh tangan wanita." (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Maksud dari Mahram dan Bukan Mahram
- Mahram adalah orang yang tidak boleh menikah dengan kita karena hubungan darah, susuan, atau pernikahan, seperti orang tua, saudara kandung, anak, atau saudara ipar.
- Bukan Mahram adalah seseorang yang bisa menikah dengan kita, seperti teman, kolega, atau pasangan yang belum menikah.
3. Menghindari Sentuhan Fisik
- Sentuhan fisik antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram dianggap berpotensi menimbulkan fitnah atau godaan, baik untuk individu maupun bagi masyarakat.
- Sebagai alternatif, jika ingin menunjukkan penghormatan atau sapaan, dapat dilakukan dengan cara lain seperti dengan ucapan salam (misalnya "Assalamu'alaikum"), tanpa perlu melakukan sentuhan fisik.
4. Batasan dalam Berinteraksi
Islam mengajarkan untuk menjaga pandangan dan interaksi antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram agar tetap terjaga kehormatannya. Selain itu, Nabi Muhammad SAW memberikan panduan agar tidak ada kedekatan fisik atau interaksi yang dapat menimbulkan perasaan yang tidak pantas.
Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an:
"Katakanlah kepada orang-orang yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya." (QS. An-Nur: 30)
5. Situasi yang Diperbolehkan
- Dalam beberapa situasi, seperti kebutuhan medis, pertolongan, atau dalam kondisi yang sangat mendesak, beberapa ulama memperbolehkan interaksi fisik dengan batasan yang ketat dan dengan niat yang jelas dan tidak untuk tujuan lain.
6. Solusi Alternatif
- Salam dengan Kata-kata: Salam atau sapaan bisa dilakukan dengan kata-kata yang sopan dan menghormati tanpa perlu adanya sentuhan fisik.
- Salam dengan Mengangguk atau Tersenyum: Mengangguk atau memberikan senyuman juga merupakan bentuk penghormatan yang tidak melanggar prinsip Islam.
7. Pentingnya Niat dan Kesadaran
- Yang paling penting adalah niat dan kesadaran kita dalam setiap interaksi. Jika interaksi tersebut hanya untuk tujuan yang sah, seperti bersilaturahmi, menjaga hubungan profesional, atau saling mendoakan kebaikan, maka salam tanpa sentuhan fisik adalah cara yang terbaik.
Kesimpulan:
Etika salam antara bukan mahram menekankan pada pentingnya menjaga diri dari perbuatan yang dapat menimbulkan fitnah atau godaan. Dalam Islam, disarankan untuk menghindari berjabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahram, sebagai upaya untuk menjaga kesucian hubungan antar laki-laki dan perempuan. Sebagai gantinya, salam bisa dilakukan dengan lisan atau tindakan lain yang tidak melanggar prinsip-prinsip kesopanan dan kehormatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....