Bantuan 1.000 Alat UMKM Sulbar Senilai Rp1,7 M Tunggu Cair
- 07 Jul 2026 16:01 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Program bantuan 1.000 paket alat produksi untuk UMKM di Sulawesi Barat senilai sekitar Rp1,7 miliar dari APBD provinsi masih menunggu persetujuan keuangan sebelum disalurkan ke pelaku usaha.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Sulbar, Masriadi Nadi Atjo, menjelaskan program ini menyasar UMKM terutama di sektor makanan di seluruh kabupaten. Bantuan diberikan dalam bentuk paket alat produksi, seperti peralatan masak, blender, dan berbagai peralatan yang disesuaikan dengan proposal pelaku UMKM.
“Target memang satu tahun ini 1.000 bantuan alat itu, dengan total anggaran sekitar satu koma tujuh miliar dari APBD provinsi,” ujar Masriadi Nadi Atjo di kantornya, Senin, 6 Juli 2026.
Ia menegaskan program tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas produksi UMKM serta mendorong pemerataan dukungan usaha kecil di Sulawesi Barat.
Masriadi mengungkapkan usulan awal kuota penerima bantuan berkisar 100 UMKM per kabupaten, menyesuaikan permintaan dan kelayakan usaha di lapangan. Selain melalui pengusulan dari pemerintah kabupaten, pelaku UMKM yang datang langsung ke provinsi juga memiliki peluang mendapatkan bantuan selama memenuhi persyaratan administratif dan teknis yang ditetapkan.
“Saya minta itu kalau bisa 100 per kabupaten, berarti sekitar enam ratus penerima dari kabupaten, sisanya untuk pemohon langsung ke provinsi,” kata Masriadi.
Ia menambahkan, penyaluran baru bisa dimulai setelah rekomendasi keuangan BPKD terbit, sehingga daftar penerima dan jadwal distribusi bantuan dapat ditetapkan secara resmi.
Setelah seluruh proses administrasi dan persetujuan keuangan selesai, penyaluran bantuan akan dilakukan bertahap di kabupaten se-Sulbar. Diskoperindag menargetkan UMKM yang telah mengajukan proposal menjadi prioritas, dengan harapan bantuan alat produksi ini dapat menguatkan produksi lokal dan menggerakkan ekonomi berbasis usaha kecil di daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....