Kisah Fennawaty, Nasabah PNM Mekaar yang Sukses Buka Lapangan Kerja
- 06 Jul 2026 10:46 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Dari kantin kecil dengan modal pas-pasan, Fennawaty Tanuwijaya asal Pa'lambasan, Makassar, kini berhasil memperluas usahanya dan membuka lapangan kerja bagi tetangga sekitar. Semua itu berawal dari pembiayaan Rp3.000.000 yang ia terima dari PNM Mekaar pada 2025.
Sebelum bergabung dengan PNM Mekaar, Fennawaty berjuang seorang diri. Setiap hari ia hanya mampu memproduksi sedikit jenis makanan karena keterbatasan modal. Bahkan dukungan dari keluarga pun tidak ada. Kebutuhan sehari-hari masih serba sulit, tapi semangatnya untuk punya usaha lebih besar tidak pernah padam.
"Dulu, saya hanya bisa memproduksi sangat sedikit makanan di kantin saya dalam sehari karena modal yang sangat terbatas. Berjuang sendiri tanpa bantuan dari orang lain ataupun keluarga. Tapi setelah mendapat pembiayaan dari PNM Mekaar, produksi saya melonjak, banyak yang minat datang, omzet naik, dan saya bahkan bisa membuka lapangan pekerjaan untuk tetangga sekitar," tutur Fennawaty, Kamis 3 Juli 2026.
Modal Rp3 juta tanpa agunan itu tidak hanya menambah stok bahan baku. Fennawaty juga bisa menambah variasi menu di kantinnya. Hasilnya, jumlah pembeli meningkat dan omzet usahanya naik.Yang paling ia banggakan, kini ia sudah bisa mempekerjakan warga sekitar. Mimpi yang dulu hanya ada di kepalanya, kini jadi kenyataan.Tiga Modal dari PNM Mekaar
Pemimpin Cabang PNM Makassar, Yazdi Anugrah, menyebut kisah Fennawaty adalah bukti nyata tujuan PNM Mekaar di Sulawesi Selatan.
"PNM memberikan tiga jenis modal kepada nasabahnya yaitu modal usaha, modal intelektual, dan modal sosial. Kegiatan PKU adalah bagian dari modal intelektual yang kami berikan agar nasabah tidak hanya mendapat pinjaman, tetapi juga bekal untuk tumbuh," ujar Yazdi.Bagi Fennawaty, dana dari PNM bukan sekadar uang.
"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih karena PNM sangat membantu permodalan usaha saya, prosesnya cepat. Bagi saya, modal yang dipercayakan kepada kita dari PNM adalah amanah, sehingga saya menjaga amanah itu untuk menjadi manfaat bagi keluarga dan sekitar saya," ujarnya.
Kisah Fennawaty membuktikan bahwa ketika perempuan prasejahtera diberi akses pembiayaan yang tepat, tanpa agunan, tanpa prosedur rumit, dan dengan pendampingan berkelanjutan, potensi yang terpendam bisa tumbuh. Satu kantin kecil yang dulu sepi, kini menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari satu keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....