Warunk Mandar Utamakan Ikan Segar dan Uji Ketahanan Produk
- 02 Jun 2026 15:12 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Pemilik UMKM Warunk Mandar, Wiwin Pradita, menerapkan manajemen kualitas ketat dengan hanya menggunakan ikan segar, menjaga higienitas, serta menguji daya tahan produk sebelum dipasarkan luas kepada pelanggan.
Sejak awal merintis usaha kuliner tradisional Mandar pada 2016, ia memastikan bahan baku, terutama ikan tuna, tidak pernah bermalam dan selalu diolah dalam kondisi segar untuk menjaga rasa dan keamanan pangan.
“Kita pakai ikan yang selalu fresh, ikan tuna yang fresh, nggak pernah pakai yang bermalam, jadi pembuatannya juga fresh,” ujar Wiwin dalam Dialog UMKM Bicara RRI Mamuju, Senin, 1 Juni 2026.
Untuk menjangkau pasar luar kota hingga luar negeri, Wiwin menguji sendiri ketahanan produknya dengan menyimpan masakan di freezer selama satu minggu hingga satu bulan guna memastikan produk tetap aman dikonsumsi.
“Aku udah coba seminggu, dua minggu, satu bulan, dan ternyata masih aman, makanya aku berani kirim ke luar kota,” kata Wiwin menjelaskan proses uji ketahanan produknya.
Selain pemilihan bahan baku segar, Warunk Mandar menggunakan kemasan standing pouch dan cup bertutup rapat yang disegel, sebagai upaya menjaga kebersihan dan mencegah kontaminasi selama proses pengiriman jarak jauh.
Standar kualitas tersebut membuat produk Warunk Mandar, seperti ikan masak Mandar dan sambal ikan tapa, dapat dibawa pelanggan hingga ke daerah lain, termasuk luar pulau dan luar negeri, tanpa mengurangi cita rasa khas Mandar.
Wiwin berharap penerapan manajemen kualitas yang konsisten ini dapat menjadi contoh bagi pelaku UMKM kuliner tradisional lain, bahwa menjaga kesegaran bahan dan higienitas menjadi kunci kepercayaan pelanggan di pasar yang kian kompetitif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....