Zakat ASN Mateng Jadi Modal Produktif UMKM
- 17 Feb 2026 12:09 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Baznas Kabupaten Mamuju Tengah mengalihkan zakat mal dan zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi pembiayaan produktif bagi pelaku UMKM melalui program Baznas Microfinance Desa (BMD).
Wakil Ketua 2 Baznas Mamuju Tengah, Hamsa, dalam Dialog UMKM Bicara RRI Mamuju, Senin, 16 Februari 2026, mengatakan selama tiga tahun terakhir, zakat fitrah tetap disalurkan untuk kebutuhan konsumtif mustahik, sementara zakat harta dan pendapatan ASN difokuskan sebagai dana penguatan modal usaha masyarakat.
Dana tersebut digunakan membeli perlengkapan usaha, mulai peralatan pertanian, bengkel, hingga kebutuhan industri rumahan sesuai kebutuhan riil pelaku UMKM.
“Zakat mal, zakat harta, zakat pendapatan, termasuk zakat ASN yang memang sudah masuk di Baznas, memang kita peruntukkan untuk bantuan produktif, termasuk bantuan UMKM,” ujarnya.
[bacajuga=2;title="Baznas Microfinance Desa Bantu UMKM tanpa Bunga";sumber=""]
Baznas menilai penerima pembiayaan bukan sekadar objek bantuan, melainkan potensi ekonomi yang perlu dikembangkan agar naik kelas dan suatu saat berubah status dari penerima zakat menjadi pihak yang mampu berinfak.
“Skema ini diharapkan memperluas dampak sosial zakat dengan menciptakan pelaku usaha mandiri dan memperkuat ekonomi keluarga di Mamuju Tengah,” tambahnya.
[bacajuga=1;title="Baznas Mateng Salurkan Pembiayaan 1,6 Miliar ke UMKM";sumber=""]Melalui program BMD, zakat produktif disalurkan dalam bentuk pembiayaan tanpa bunga dan tanpa administrasi, didampingi pembinaan usaha dan pencatatan keuangan agar modal benar-benar digunakan untuk kegiatan produktif, bukan konsumtif.
Baznas Mamuju Tengah menargetkan lebih banyak UMKM dapat mengakses pembiayaan zakat produktif ini, sekaligus mendorong budaya berimpak di kalangan mitra yang usahanya telah berkembang dan memiliki penghasilan lebih stabil.