Program Desa Binaan Unsulbar Fokus Penguatan UMKM
- 10 Nov 2025 13:32 WIB
- Mamuju
KBRN, Mamuju : Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melakukan pemberdayaan desa binaan yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui skema pengabdian berbasis kewilayahan.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Unsulbar dengan Muhammadiyah Mamuju, dengan tim pelaksana yang terdiri dari Riska Mayangsari, Justiyulfah Syah, Disena Sari, dan Abdul Fajar.
Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung pada 18 Oktober 2025 di Desa Onang, Kabupaten Majene ini merupakan tahap kedua dari lima rangkaian kegiatan pada tahun pertama implementasi program.
Fokus kegiatan mencakup sosialisasi, pelatihan, dan forum diskusi kelompok (FGD) yang ditujukan bagi UMKM Bunga Subur, yaitu kelompuk usaha masyarakat yang memproduksi dan memasarkan makanan khas Mandar seperti jepa, bolu paranggi, dan ikan bakar.
Isu utama yang menjadi pokok bahsan dalam pelatihan ini meliputi labeling produk, perizinan PIRT dan sertifikasi halal, serta penerapan cara produksi pangan yang baik (CPPB). Materi tentang labeling produk dibawakan oleh Abd. Fajar, dari Muhammadiyah Mamuju, sedangkan materi tentang CPPB dibawakan oleh Ir. Irfan, S.Gz, seorang nutrisionis dari puskesmas di Kabupaten Polewali Mandar.
Sementara itu materi mengenai PIRT dan prinsip halal dibawakan oleh Riska Mayangsari yang sekaligus menjabat sebagai ketua tim pengabdian.
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para pelaku UMKM yang secara aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait tantangan produksi dan pemasaran produk khas Mandar. Para peserta mengaku mendapat banyak pengetahuan baru terkait legalitas produk dan proses produksi yang aman dan higienis setelah mengikuti pelatihan ini.
Ketua Tim Pengabdian Unsulbar Riska Mayangsari, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal agar mampu memenuhi standar keamanan dan mutu pangan.
"Melalui pelatihan ini kami berharap UMKM lokal dapat memahami pentingnya keamanan pangan, pelabelan yang sesuai regulasi, serta sertifikasi halal dan PIRT sebagai bentuk jaminan mutu. Tim juga akan melakukan pendampingan langsung dalam proses pembuatan label, pengajuan PIRT, hingga fasilitasi sertifikasi halal agar produk UMKM Desa Onang dapat menjangkau pasar yang lebih luas" Ungkap Riska, 11 November 2025.
Lebih lanjut, Riska menjelaskan bahwa Desa Onang telah dipatenkan menjadi sentra kuliner jepa, salah satu makanan khas Mandar yang sarat akan nilai kearifan lokal.
"Jepa bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga menjadi simbol identitas budaya masyarakat Mandar. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong agar pelestarian pangan tradisional seperti jepa dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas dan nilai ekonominya" tambahnya.
Program pemberdayaan desa binaan Unsulbar ini merupakan bagian dari rencana pengabdian tiga tahun yang berfokus pada peningkatan pendapatan masyarakat melalui penguatan kapasitas UMKM serta pelestarian kuliner khas Mandar.
Untuk selanjutnya, UMKM binaan akan terus mendapatkan bimbingan dan pendampingan teknis serta fasilitasi berkelanjutan untuk mendorong transformasi menuju usaha yang lebih produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....