Lipaq Saqbe, Sekomandi, dan Tenun Mamasa: Aset Budaya dalam Desain Awhy

  • 28 Apr 2025 10:56 WIB
  •  Mamuju

KBRN, Mamuju: Awhy Syahreza bukan sekadar desainer, ia adalah penjaga budaya. Dalam setiap rancangannya, ia menyisipkan kekayaan kain khas Sulbar seperti lipaq saqbe, sekomandi, dan tenun Mamasa. Kain-kain ini tak hanya indah, tapi punya nilai sejarah dan makna yang dalam.

"Saya ingin mengangkat kain-kain ini ke level yang lebih tinggi. Bukan sekadar jadi baju adat, tapi jadi fashion yang bisa dipakai sehari-hari dan tetap keren," jelasnya.

Setiap karya Awhy memadukan unsur modern dan etnik dengan ciamik. Ia tak segan bereksperimen, menjadikan kain tradisional sebagai bahan dasar untuk outer, dress, hingga streetwear. "Saya ingin orang muda juga bangga pakai produk budaya sendiri," tegasnya.

Usahanya ini mendapat sambutan hangat dari pasar. Banyak yang tertarik karena desainnya tak biasa tapi tetap relevan. Kain tradisional pun mendapat tempat baru, tidak hanya di upacara adat, tapi juga di dunia mode.

"Kita punya identitas yang kuat, tinggal bagaimana kita membungkusnya dengan cara yang menarik," tambahnya. Karya Awhy pun menjadi jembatan antara warisan dan tren.

Dengan pendekatan ini, Awhy membuktikan bahwa budaya bukan hanya untuk dilestarikan, tapi juga dikembangkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....