BI Sulbar Kucurkan Rp1,3 Miliar untuk Dorong UMKM Naik Kela
- 29 Jun 2026 07:56 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Barat menggelontorkan dana sebesar Rp1,3 miliar untuk mengakselerasi pengembangan komoditas dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan di seluruh kabupaten se-Sulawesi Barat. Alokasi anggaran tersebut difokuskan pada penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) guna memperluas jangkauan pasar produk lokal.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat, Rifky Adhitya, menjelaskan bahwa intervensi anggaran ini bertujuan memutus keterbatasan pasar yang selama ini menjadi kendala klasik para pelaku usaha di Sulbar. Melalui skema KAD, produk UMKM binaan diharapkan tidak hanya merajai pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar luar daerah.
"Dana 1,3 miliar rupiah itu terkait dengan KAD, kerja sama antar daerah. Jadi memang harapannya di kami, di BI Provinsi Sulawesi Barat, untuk perdagangan UMKM selain dia bisa dipasarkan di lokal, juga bisa dipasarkan antar daerah. Tujuannya untuk memperluas akses pemasaran sehingga UMKM itu bisa lebih mengembangkan produknya dan naik kelas," kata Rifky Adhitya saat diwawancarai RRI di sela penutupan Madrasah Fair 2026 di Mall Matos Mamuju, Sabtu 27 Juni 2026.
Rifky mengungkapkan, berdasarkan hasil evaluasi dan pelatihan yang dilakukan Bank Indonesia baru-baru ini, kendala utama yang dihadapi pelaku usaha bukan lagi pada proses produksi, melainkan pada rantai pemasaran dan distribusi produk.
Menyikapi isu tersebut, BI Sulbar mendorong pemanfaatan ekosistem digital secara masif sebagai instrumen utama perluasan pasar. Pelaku UMKM binaan diarahkan untuk mulai mengoptimalkan platform dagang elektronik (e-commerce) guna menangkap peluang pasar yang lebih luas tanpa sekat geografis.
"Dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini, kita bisa memasarkan di e-commerce dan lain-lain. Harapannya media digital itu bisa dimanfaatkan untuk melakukan pemasaran. Maka dari itu, kemarin kami mengadakan pelatihan-pelatihan bagi UMKM dengan tujuan utama meningkatkan pemasaran mereka," jelasnya.
Lebih lanjut, Rifky menegaskan bahwa program "UMKM Naik Kelas" yang diinisiasi Bank Indonesia ini memiliki implikasi besar terhadap struktur ekonomi makro regional. Sektor UMKM yang tangguh dan memiliki orientasi pasar eksternal dinilai akan menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat yang berkelanjutan.
Bank Indonesia berkomitmen akan terus mengawal proses transformasi ini melalui pendampingan berkala, mulai dari standardisasi kualitas produk, manajemen keuangan, hingga literasi digital, agar seluruh UMKM binaan di enam kabupaten siap bersaing di pasar nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....