Komoditas Tani dan Hasil Laut Jaga Inflasi Sulbar
- 27 Nov 2025 14:40 WIB
- Mamuju
KBRN, Mamuju: Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Barat mencatat inflasi pada Triwulan III bulan Oktober 2025 berada pada kondisi deflasi sebesar 0,18 persen mtm (month to month). Sejumlah komoditas pangan dan hasil laut menjadi faktor utama perbaikan inflasi di wilayah Sulawesi Barat.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Barat, Erdi Fiat Gumilang dalam penyampaiannya dalam acara Sipakada Media Senin (24/11/2025) menjelaskan bahwa perbaikan inflasi tersebut didorong oleh sejumlah komoditas pertanian dan hasil laut.
Komoditas-komoditas tersebut diantarannya beras, bawang merah, tomat, ikan tuna, dan ikan selar.
"Inflasi bulan Oktober 2025 secara bulanan sebetulnya terjadi deflasi, yaitu 0,18% month to month. Beberapa komoditas yang menyebabkan deflasi atau membaiknya inflasi di Sulawesi Barat itu adalah beras, bawang merah, dan tomat, lalu ikan tuna dan ikan selar," ungkapnya.
Lebih lanjut, Ia menambahkan bahwa seluruh komoditas tersebut merupakan hasil produksi lokal yang tersedia melimpah. Tingginya produksi petani dan nelayan menjadi faktor kunci yang mampu menjaga stabilitas harga pada triwulan III tahun 2025.
"Komoditas-komoditas tersebut semuanya ada di Sulawesi Barat. Baik beras, bawang merah, tomat itu semua banyak dihasilkan oleh petani-petani kita di Sulawesi Barat, sementara ikan tuna dan ikan selar itu komoditas utama dari nelayan yang pada Triwulan III produksinya memang bagus sehingga menjaga inflasi tetap pada level target," jelasnya.
Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Barat berharap ketersediaan pasokan pangan dan hasil laut lokal tetap terjaga agar stabilitas inflasi dapat dipertahankan.
Reporter: Ahyan Irsyada
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....