Industri Pengolahan CPO Topang Ekonomi Sulbar Triwulan II

  • 06 Agt 2025 12:10 WIB
  •  Mamuju

KBRN, Mamuju : Industri pengolahan Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Sulawesi Barat pada triwulan II tahun 2025.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sektor ini memberikan andil sebesar 14,64 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sekaligus menguatkan kinerja ekonomi yang tumbuh 4,29 persen secara year-on-year (yoy).

Pelaksana Tugas Kepala BPS Sulbar, M La’bi, menjelaskan bahwa industri pengolahan di Sulbar mayoritas berbasis pada subsektor makanan dan minuman, yang pada praktiknya didominasi oleh pengolahan CPO dan produk turunannya.

“Kalau industri pengolahan di Sulawesi Barat kita harus ketahui pendorongnya. Basis industri kita masuk kategori makanan dan minuman, tetapi sesungguhnya yang paling dominan adalah industri CPO dan turunannya,” ujar M La’bi, dalam wawancaranya usai menggelar press release di kantornya, Selasa, 5 Agustus 2025.

Menurutnya, kinerja positif ini tidak terlepas dari dukungan sektor hulu perkebunan kelapa sawit yang mengalami pertumbuhan signifikan. Ketersediaan tandan buah segar (TBS) yang stabil menjadi faktor kunci bagi keberlangsungan industri pengolahan di daerah.

“Kalau pasokan hulu, yaitu hasil perkebunan sawit, tumbuh cukup tinggi dan dikelola di Sulawesi Barat, maka logikanya industri juga tumbuh. Ini penting untuk menjaga rendemen dan menekan pengiriman TBS ke luar daerah,” tambahnya.

Nilai Tambah dan Tantangan:

Selain menjadi pendorong ekonomi, pengolahan CPO diharapkan terus meningkatkan nilai tambah agar manfaat ekonomi lebih besar dirasakan daerah. Saat ini, sebagian hasil perkebunan sawit masih dikirim keluar dalam bentuk bahan mentah, sehingga potensi optimalisasi industri hilir belum sepenuhnya tercapai.

Proyeksi Triwulan III:

BPS menilai peluang pertumbuhan masih terbuka di triwulan III, terutama jika industri pengolahan mampu menjaga pasokan bahan baku dan mengembangkan produk turunan CPO. Upaya hilirisasi dinilai akan menjadi kunci menjaga kontribusi sektor ini di tengah tantangan fluktuasi harga global dan biaya logistik.

Menurut BPS, pergerakan positif ini menjadi salah satu faktor utama yang menjaga pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat tetap solid pada periode ini, meski sejumlah sektor lain mengalami perlambatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....