Halal Value Chain Jadi Pendorong Perkembangan Ekonomi Syariah
- 27 Jul 2025 12:59 WIB
- Mamuju
KBRN, Mamuju: Ekonomi syariah mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu faktor utamanya adalah konsep halal value chain, yang menjadikan ekonomi syariah sebagai salah satu sistem ekonomi paling progresif di dunia.
Hal ini disampaikan oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Barat, Erdi Fiat Gumilang, dalam wawancaranya bersama RRI Mamuju usai kegiatan Sosialisasi Ekonomi Syariah, Optimalisasi Wakaf Produktif, dan Pelatihan Pencatatan Keuangan di Hotel Matos, Mamuju, Jumat (25/7/2025).
Ia menjelaskan bahwa dalam dua tahun terakhir, ekonomi syariah mengalami lonjakan yang pesat. Data menunjukkan terdapat transaksi sebesar 2,34 triliun dolar Amerika yang dibelanjakan oleh umat muslim untuk sektor-sektor berbasis syariah sepanjang tahun 2024–2025. Angka tersebut diprediksi akan terus meningkat hingga mencapai 3,36 triliun dolar Amerika pada tahun 2028.
"Jadi memang perkembangan ekonomi syariah itu termasuk yang progresif secara global, di mana total transaksi mencapai 2,34 triliun USD selama tahun 2024–2025. Dan diperkirakan akan tumbuh menjadi 3,36 triliun USD pada 2028. Artinya, tren ini masih akan terus bertumbuh," jelasnya.
Lebih lanjut, Erdi menjelaskan bahwa halal value chain yang merupakan konsep yang mencakup seluruh proses produksi, distribusi, hingga konsumsi produk halal. Konsep inilah yang menjadi salah satu faktor penggerak utama pertumbuhan ekonomi syariah.
"Salah satu faktor utama pertumbuhan ekonomi syariah secara global adalah halal value chain. Ini mencakup seluruh proses mulai dari bahan baku, proses produksi, distribusi, hingga sampai ke tangan konsumen. Seluruh rantai ekonomi yang melibatkan prinsip-prinsip halal masuk dalam halal value chain, dan inilah yang mendorong perkembangan ekonomi syariah sangat pesat saat ini," tuturnya.
Perkembangan ekonomi syariah yang terus meningkat menunjukkan bahwa konsep ini semakin diterima masyarakat. Melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan, Bank Indonesia berharap masyarakat bisa lebih memahami dan menerapkan prinsip ekonomi syariah.
Reporter: Ahyan Irsyada