Menjelang Idul Adha, Harga Beras Terus Melonjak Tinggi
- 29 Mei 2025 13:49 WIB
- Mamuju
KBRN, Mamuju : Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, harga beras di Pasar Sentral Mamuju terus mengalami kenaikan secara bertahap, menyebabkan daya beli masyarakat semakin melemah. Kenaikan harga ini bahkan bisa mencapai Rp200 setiap tiga hari.
Para pedagang menduga kenaikan ini disebabkan oleh belum tersalurkannya beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari pemerintah. Patira Muhiddin, seorang pedagang beras di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa harga beras premium saat ini mencapai Rp15.200 per kilogram, sementara beras medium berada di kisaran Rp13.800 per kilogram.
"Baru-baru ini terjadi kenaikan yang cukup drastis," ujarnya saat ditemui di tokonya, Kamis (27/5/2025).
Ia merinci bahwa harga beras premium kemasan 25 kg, seperti merek NM, Putri Duyung, dan Presiden Rice, yang sebelumnya dijual Rp355 ribu, kini naik menjadi Rp375 ribu hingga Rp385 ribu. Sementara itu, beras medium kemasan 25 kg seperti Malolo, Madinah, dan Ketupat, yang sebelumnya Rp320 ribu, kini dijual antara Rp340 ribu hingga Rp345 ribu.
Patira berharap pemerintah segera mengambil langkah, baik melalui distribusi beras SPHP maupun pelaksanaan pasar murah. "Sampai akhir Mei ini, daya beli masyarakat masih lesu," keluhnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Perlindungan dan Konsumen Dinas Perdagangan (Disdag) Mamuju, Andi Acce Tenrisaung, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap stok beras di pasar dan distributor selama dua hari terakhir guna memastikan ketersediaan pasokan menjelang hari besar keagamaan.
"Hanya harga beras yang mengalami kenaikan. Situasi ini tidak hanya terjadi di Mamuju, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia," jelasnya.
Andi Acce menambahkan bahwa harga kebutuhan pokok lainnya, seperti cabai dan bawang, masih relatif stabil di kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram. Mengenai desakan pedagang untuk menggelar pasar murah, ia mengatakan bahwa rencana tersebut sedang diproses sambil menunggu kesiapan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Bulog, namun hingga kini distribusi beras SPHP masih menunggu surat edaran dari pemerintah pusat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....