Beda Generasi Beta dan Alpa, Generasi Baru Mulai 2025
- 10 Des 2024 23:14 WIB
- Mamuju
KBRN, Mamuju : Tahun 2025 akan menjadi penanda kehadiran generasi baru, yakni generasi beta. Beda generasi beta dan alpa yang paling sederhana dapat dilihat dari tahun kelahirannya.
Generasi alpa adalah generasi saat ini yang akan berakhir pada tahun 2024. Adapun generasi beta adalah generasi yang dilahirkan pada tahun 2025 hingga 2039.
Namun, generasi yang dilahirkan di lingkungan dan zaman yang berbeda memiliki keunikan dan karakteristik sendiri. Berikut beda generasi beta dan alpa yang telah dirangkum oleh detikSumbagsel.
Beda Generasi Beta dan Alpa
1. Generasi Beta
Generasi beta adalah yang akan lahir di rentang waktu 2025-2039. Dilansir dari laman McCrindle, generasi beta akan hidup berdampingan dengan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi yang menjadi integral dari kehidupan sehari-hari mereka.
Sebagai generasi masa depan, generasi beta akan menghadapi tantangan besar, mulai dari perubahan iklim hingga transformasi sosial. Generasi ini akan memiliki fleksibilitas untuk dapat beradaptasi dengan perubahan.
2. Generasi Alpa
Generasi alpa adalah generasi saat ini sebelum berganti ke generasi beta. Usia tertua generasi alpa saat ini adalah sekitar 14 tahun. Gen ini dimulai dari anak-anak kelahiran tahun 2010-2024.
Menurut pakar generasi Mark McCrindle generasi alpa adalah generasi yang memiliki kelompok besar dengan ciri khas mereka sendiri. Anak-anak generasi alpa memiliki kemampuan beradaptasi yang baik dengan teknologi dan terampil secara digital.
Sebagian besar generasi alpa adalah anak dari generasi milenial yang lahir di dunia yang telah digerakkan oleh teknologi digital. Oleh karena itu, generasi alpa ini juga dikenal dengan 'anak-anak milenium'. Pengaruh orang tua ini membuat mereka lebih terbuka dan kritis.
Dilansir dari laman Britannica, karena berada dalam pengaruh orang tua mereka yang kebanyakan adalah milenial membuat mereka telah mengenal media sosial sejak kecil. Mereka mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan digital sejak usia dini.
Hal ini membuat mereka bergantung pada gadget dan menghadapi masalah kesehatan mental. Masalah ini banyak dihadapi oleh generasi alpa disebabkan oleh interaksi digital yang berlebihan.
Selain dari orang tua, perilaku dan kebiasaan sebagian generasi alpa juga dipengaruhi oleh pandemi Covid-19. Mereka mengenal tren teknologi yang kemudian mendorong mereka lebih aktif dalam dunia digital.
Nah, itulah beda generasi beta dan generasi alpa. Meskipun lahir di era teknologi, konteks sosial akan sangat mempengaruhi karakteristik dan tantangan yang mereka hadapi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....