Ribuan Warga Mamasa Minum Kopi Pakai Cangkir Bambu, Pecahkan Rekor MURI

  • 18 Agt 2026 09:27 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamasa : Kabupaten Mamasa menorehkan prestasi membanggakan di peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Mamasa resmi memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori "Minum Kopi Secara Serentak Menggunakan Cangkir Bambu Terbanyak", Senin 17 Agustus 2026 di Lapangan Kondosapata.

Piagam penghargaan MURI diserahkan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Mamasa. Kegiatan ini menjadi simbol kuatnya identitas lokal Mamasa yang memadukan komoditas unggulan dan kearifan budaya.Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat. Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Sulbar, Hidayat Yasin, hadir mewakili Kepala Kanwil, Saefur Rochim.

Saefur Rochim mengapresiasi langkah Pemkab Mamasa yang berhasil mengemas peringatan kemerdekaan dengan mengangkat potensi daerah.

“Pencapaian rekor MURI ini bukan hanya tentang jumlah peserta, tetapi juga menunjukkan bagaimana potensi lokal dapat dikemas menjadi kegiatan yang membanggakan dan memiliki daya tarik nasional. Kopi Mamasa dan penggunaan cangkir bambu menjadi simbol kekayaan alam sekaligus kearifan lokal yang patut terus dilestarikan dan dikembangkan,” ujar Saefur.

Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan semangat Kemenkum dalam mendorong penguatan kekayaan intelektual dan promosi produk daerah.

“Kami berharap momentum ini menjadi pintu masuk memperkenalkan produk unggulan Mamasa, khususnya kopi. Sekaligus mendorong masyarakat dan pelaku usaha untuk memberi perhatian pada perlindungan kekayaan intelektual atas produk lokal,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Hidayat Yasin. Ia menyebut kehadiran Kemenkum sebagai bentuk dukungan terhadap promosi potensi daerah.

“Kopi memiliki nilai ekonomi dan budaya. Ketika dipadukan dengan kearifan lokal seperti cangkir bambu, kegiatan ini menjadi sarana promosi yang sangat baik sekaligus memperkuat identitas Mamasa,” ungkap Hidayat.

Kegiatan minum kopi serentak ini melibatkan ribuan masyarakat. Penggunaan cangkir bambu bukan hanya estetika, tetapi juga menegaskan komitmen Mamasa pada keberlanjutan dan kearifan lokal.

Kopi yang disajikan adalah Kopi Arabika dan Robusta Mamasa yang sebelumnya juga telah mendapatkan Sertifikat Indikasi Geografis dari Kemenkum. Perpaduan ini menjadikan rekor MURI bukan sekadar pencapaian jumlah, tetapi juga momentum promosi produk unggulan.

Sebelumnya, Bupati Mamasa Welem Sambolangi menargetkan pemecahan rekor ini.

“Kita upayakan agar bisa mencetak rekor MURI, bahkan kalau bisa rekor dunia,” kata Welem sehari sebelum kegiatan.

Pecahnya rekor MURI ini menjadi catatan penting HUT ke-81 RI di Mamasa. Prestasi ini diharapkan membuka ruang lebih luas bagi promosi Kopi Mamasa dan potensi lokal lainnya hingga ke tingkat nasional dan internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....