Indonesia Walk for Peace: Menapaki Jalan Damai dari Bali hingga Borobudur

  • 02 Jun 2026 15:11 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Di tengah keberagaman suku, budaya, bahasa, dan keyakinan yang dimiliki Indonesia, sebuah gerakan spiritual dan kemanusiaan hadir membawa pesan persatuan.

Gerakan tersebut bernama Indonesia Walk for Peace, sebuah perjalanan lintas daerah yang mengusung nilai perdamaian, harmoni serta pengembangan diri melalui tradisi kuno Buddhis yang dikenal sebagai Dhutangga.

Indonesia Walk for Peace bukan sekadar perjalanan kaki. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol komitmen untuk membangun persaudaraan, menebarkan cinta kasih dan memperkuat semangat hidup berdampingan di tengah masyarakat yang majemuk.

Perjalanan ini berakar dari tradisi Dhutangga, yaitu praktik asketis yang telah diajarkan sejak zaman Buddha Gautama.

Dalam tradisi tersebut, para bhikkhu menjalani kehidupan sederhana dan melakukan perjalanan panjang sebagai bentuk latihan spiritual untuk membersihkan batin serta melatih ketabahan mental.

Dalam kutipan yang diambil dari kitab Visuddhimagga, disebutkan bahwa Dhutangga merupakan praktik yang membantu seseorang mengikis kekotoran batin, hidup lebih sederhana, tidak mudah melekat pada hal-hal duniawi, dan tekun dalam pengembangan diri. Indonesia Walk for Peace dibangun di atas empat tujuan utama, yakni:

  1. Dhutangga (Tapak Tilas), sebagai bentuk pelestarian tradisi spiritual yang telah diwariskan sejak ribuan tahun lalu.
  2. Pengembangan Spiritual, melalui latihan kesabaran, ketekunan, dan pengendalian diri.
  3. Kesadaran Diri, yang tumbuh dari pengalaman perjalanan dan interaksi dengan lingkungan sekitar.
  4. Mengatasi Kekotoran Batin, dengan menjadikan setiap langkah sebagai sarana refleksi dan pembelajaran.

Melalui perjalanan tersebut, para peserta diajak untuk melihat bahwa kedamaian tidak hanya dimulai dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari dalam diri sendiri.

Selain memiliki dimensi spiritual, Indonesia Walk for Peace juga membawa pesan kebangsaan yang kuat. Beberapa nilai yang ingin ditanamkan antara lain Bhinneka Tunggal Ika, Perdamaian Dunia dan Harmoni Bangsa.

Pesan ini menjadi relevan di tengah kehidupan masyarakat modern yang sering dihadapkan pada perbedaan pandangan maupun tantangan sosial.

Dengan berjalan bersama, para peserta menunjukkan bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang dapat menyatukan bangsa.

Berdasarkan rencana perjalanan, Indonesia Walk for Peace berlangsung selama 22 hari, mulai 7 hingga 28 Mei 2026.

Para bhikkhu dan peserta menempuh perjalanan sekitar 500 kilometer, melintasi empat provinsi, yakni Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Setiap harinya, perjalanan diperkirakan mencapai 20 hingga 45 kilometer, dimulai dari Brahmavihara Arama, Buleleng, Bali dan berakhir di kawasan Candi Borobudur, Magelang, bertepatan dengan rangkaian perayaan Hari Raya Waisak 2026.

Di balik ratusan kilometer yang akan ditempuh, Indonesia Walk for Peace membawa pesan sederhana namun mendalam: perdamaian dimulai dari satu langkah.

Ketika langkah-langkah itu dilakukan bersama dalam semangat persaudaraan dan saling menghargai, maka harapan akan Indonesia yang harmonis dan damai bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan sesuatu yang dapat diwujudkan bersama.

Seperti filosofi yang diusung kegiatan ini, “Perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah, namun perjalanan spiritual dimulai dari hati yang tulus.”

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....