Mancak Pa’dang Jadi Simbol Ketahanan Adat di Sumare

  • 18 Mei 2026 09:03 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Atraksi silat tradisional Mancak Pa’dang (silat dengan menggunakan pedang yang terbuat dari kayu) menjadi salah satu tampilan utama dalam pelaksanaan Sumare Festival yang digelar di Dusun Parundang, Desa Sumare, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu malam, 17 Mei 2026.

Kesenian bela diri tradisional tersebut dinilai bukan sekadar pertunjukan budaya, tetapi juga simbol ketahanan adat dan identitas masyarakat setempat.

Ketua Panitia Sumare Festival, Adhi Riady, mengatakan Pancak Pa’dang merupakan warisan budaya yang telah lama hidup dan dijaga oleh masyarakat Desa Sumare hingga saat ini.

Menurutnya, keberadaan silat tradisional itu menjadi penanda kuat bahwa masyarakat Sumare masih mempertahankan nilai-nilai budaya dan adat yang diwariskan secara turun-temurun.

“Manca’ Pa’dang adalah salah satu silat tradisional yang sudah lama ada di Desa Sumare ini yang kemudian menjadi simbol dari tradisi kami di sini sekaligus merupakan simbol bahwa di sini ada sejumlah masyarakat yang tetap mempertahankan identitas kebudayaannya,” kata Adhi Riady.

Ia menjelaskan, dalam tradisi masyarakat Sumare, Mancak Pa’dang juga memiliki makna filosofis sebagai bentuk perlindungan terhadap adat dan tatanan sosial masyarakat.

Karena itu, para pemuda dan jawara yang menguasai silat tradisional tersebut dianggap sebagai penjaga kehormatan kampung dan adat istiadat.

“Jadi ada satu falsafah yang ada di Sumare ini, jika kemudian ada yang datang merusak tatanan adat maka pemuda-pemuda dan para jawara-jawara ini yang akan menghadapi mereka,” ujarnya.

Sumare Festival sendiri digelar sebagai upaya pelestarian budaya lokal sekaligus memperkenalkan tradisi masyarakat pesisir Sulawesi Barat kepada masyarakat luas. Kegiatan itu turut menampilkan berbagai atraksi budaya, seni tradisional, hingga ritual adat yang masih dipertahankan masyarakat Desa Sumare.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....