Memiliki Potensi Budaya, Gubernur Sulbar Dorong Event “Bulan Mamase” Masuk KEN

  • 07 Apr 2026 15:46 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamasa - Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, mendorong Pemerintah Kabupaten Mamasa segera mendaftarkan event “Bulan Mamase” ke dalam Kharisma Event Nusantara (KEN), program strategis Kementerian Pariwisata RI.

Hal itu disampaikan saat membuka event Bulan Mamase atau Bulan Kasih Sayang yang diselenggaraan Pemerintah Kabupaten Mamasa di Tribun Lapangan Kondosapata Mamasa, Senin, 6 April 2026.

“Segera daftar ke KEN, nanti kita bantu. Tahun depan Pemprov juga akan dukung anggarannya,” ujar Suhardi Duka di hadapan jajaran pemerintah daerah.

Ia bahkan mengingatkan agar hal tersebut segera ditindaklanjuti dalam perencanaan anggaran 2027.

"Ada dinas perwisata disini catat ini hari, kamu akan dimarahin oleh pak bupati kalau tidak masuk anggaran 2027," ungkap Gubernur Suhardi Duka

Dalam kesempatan itu, Gubernur mengaku terkesan dengan pembukaan event yang diramaikan parade budaya dari 17 kecamatan di Mamasa. Masing-masing menampilkan kekayaan tradisi dan identitas daerah.

Menurutnya, budaya bukan sekadar warisan, tetapi juga cerminan jati diri.

“Siapa yang bangga dengan budayanya, berarti bangga dengan dirinya. Siapa yang mencintai budayanya, berarti mencintai daerahnya,” ucapnya.

Ia menilai masyarakat Mamasa hingga kini masih kuat menjaga identitas budaya, termasuk dalam penggunaan pakaian tradisional seperti sambu’.

Selain budaya, Suhardi Duka juga menekankan pentingnya mengaitkan sektor ekonomi, khususnya UMKM dan produk lokal.

Menurutnya, tidak semua budaya harus “disimpan”. Ada yang bisa ditampilkan dan bahkan memiliki nilai jual, seperti tarian tradisional.

Ia juga mendorong pengembangan hilirisasi produk lokal Mamasa, mulai dari kopi, markisa, hingga nenas.

“Kopi Mamasa jangan dijual mentah. Harus sudah dalam bentuk bubuk, dikemas bagus, punya merek,” katanya.

Event bulan Mamasa ini dijadikan sebagai momentum silaturahmi dan momentum para diaspora pulang kampung untuk berbagi dan saling menopang secara khusus dalam menggerakkan nilai-nilai kegotong royongan dalam bingkai keluarga besar sebagai orang-orang Mamasa. Serta sebagai momentum promosi para wisata Mamasa dan juga promosi potensi sumber daya alam Mamasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....