Pisang Cavendish, Si Kuning Manis yang Jadi Primadona Pasar
- 01 Okt 2026 08:56 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Pisang Cavendish kini menjadi salah satu jenis pisang yang mudah ditemui di pasar modern maupun pasar tradisional. Bentuknya yang relatif seragam, kulitnya yang mulus, rasa manis, serta teksturnya yang lembut membuat pisang ini digemari konsumen.
Di Indonesia, Cavendish kerap disebut sebagai pisang Ambon Putih. Buah ini umumnya memiliki kulit hijau ketika masih mentah dan berubah menjadi kuning cerah ketika matang.
Daging buahnya berwarna putih kekuningan dengan tekstur lunak dan rasa manis yang khas.
Namun, popularitas Cavendish bukan hanya soal rasa. Pisang ini juga memiliki nilai ekonomi yang cukup besar karena dapat dibudidayakan secara komersial dan dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor.
IPB mencatat Cavendish sebagai salah satu jenis pisang yang dibudidayakan secara komersial di Indonesia dan memiliki peluang bisnis yang menarik.
Bukan Sekadar Buah Meja
Cavendish termasuk kelompok pisang yang banyak dikonsumsi dalam kondisi segar. Kandungan karbohidratnya dapat menjadi sumber energi, sementara pisang juga mengandung serat, vitamin B6, vitamin C, serta kalium.
Karakter buah yang relatif seragam dan kemampuan bertahan selama proses distribusi turut membuat Cavendish menjadi pilihan dalam perdagangan buah segar.
Pematangan yang terus berlangsung setelah buah dipanen juga membuat pengelolaan panen dan pascapanen menjadi bagian penting dalam menjaga kualitasnya.
Peluang bagi Petani
Di Indonesia, budidaya Cavendish berkembang di sejumlah daerah. Penelitian IPB di Blitar, Jawa Timur, misalnya, menunjukkan bahwa tanaman Cavendish dapat menghasilkan produksi yang baik dengan pengelolaan budidaya yang tepat.
Budidayanya juga dapat menggunakan bibit hasil kultur jaringan. Metode tersebut memungkinkan penyediaan bibit dalam jumlah banyak dengan karakter tanaman yang relatif seragam.
Namun, petani tetap perlu memperhatikan kesuburan lahan, pemupukan, pengendalian gulma, serta hama dan penyakit agar produktivitas tanaman dapat dipertahankan.
Tantangan di Balik Manisnya Cavendish
Di balik peluang ekonominya, budidaya Cavendish bukan tanpa tantangan. Penyakit tanaman, terutama penyakit yang disebabkan oleh Fusarium, menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan pisang komersial.
Karena itu, pemilihan bibit, sanitasi kebun, pengelolaan lahan, serta pengawasan tanaman menjadi faktor penting dalam menjaga produksi.
Cavendish akhirnya bukan sekadar pisang berkulit kuning yang menghiasi rak buah. Di balik tampilannya yang sederhana, terdapat rantai panjang mulai dari pembibitan, perawatan tanaman, panen, penanganan pascapanen hingga distribusi ke tangan konsumen.
Bagi konsumen, Cavendish mungkin hanya menjadi pilihan buah untuk sarapan atau camilan.
Namun bagi petani dan pelaku usaha, pisang ini merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi dan membutuhkan pengelolaan serius agar kualitas serta produksinya tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....