BMKG Rilis Prediksi Musim Hujan Sulbar 2026/2027
- 30 Sep 2026 08:07 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju — Stasiun Meteorologi Tampa Padang Mamuju menerbitkan Publikasi Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Provinsi Sulawesi Barat. Publikasi ini menjadi salah satu bentuk pelayanan informasi klimatologi untuk mendukung masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi musim hujan.
Prediksi tersebut disusun berdasarkan data curah hujan dari Unit Pelaksana Teknis BMKG dan Pos Hujan Kerja Sama BMKG di Sulawesi Barat. Analisis juga mempertimbangkan dinamika atmosfer pada skala regional dan global untuk memberikan gambaran mengenai kondisi musim hujan.
Secara klimatologis, Sulawesi Barat memiliki pola distribusi curah hujan yang beragam, mulai dari wilayah yang memiliki dua musim hingga daerah yang mengalami hujan sepanjang tahun. Berdasarkan pengolahan data periode 1991–2020, Sulawesi Barat terbagi menjadi 14 Zona Musim (ZOM).
Prakirawan BMKG Tampa Padang, Musrawati, menyebut secara umum wilayah Sulawesi Barat diprediksi memasuki musim hujan pada dasarian III Oktober 2026. Namun, beberapa wilayah diperkirakan baru memasuki musim hujan pada November hingga Desember, sehingga saat ini Sulawesi Barat masih berada pada masa peralihan musim.
Memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan, BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi cuaca. Potensi cuaca ekstrem dapat terjadi secara lokal, sehingga masyarakat diminta terus memantau informasi dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
“Saat ini kita masuk masa peralihan dari kemarau ke musim hujan. Ada potensi-potensi cuaca ekstrem, sehingga masyarakat diimbau untuk waspada,” ujar Musrawati, PMG Muda Forecaster BMKG Tampa Padang, saat menjadi narasumber di RRI Mamuju, Selasa 29 September 2026.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa memperhatikan informasi prakiraan cuaca dan iklim yang disampaikan secara berkala. Informasi tersebut mencakup peringatan dini cuaca ekstrem, seperti hujan lebat dan angin kencang, yang dapat disampaikan hingga tiga jam sebelum potensi kejadian.
“Kami selalu mengimbau masyarakat agar senantiasa memperhatikan informasi prakiraan cuaca dan iklim, termasuk peringatan dini cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang. Kami juga terus berkolaborasi dengan BPBD untuk menganalisis dan memverifikasi prakiraan cuaca berdasarkan kejadian di lapangan,” tutup Musrawati.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....