Sleepmaxxing, Tren Optimalisasi Kualitas Tidur yang Viral di TikTok
- 15 Sep 2026 08:35 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Tren bernama sleepmaxxing tengah ramai dibicarakan di media sosial, khususnya TikTok, sebagai upaya memaksimalkan kualitas dan durasi tidur lewat berbagai ritual, alat bantu, hingga suplemen. Meski diklaim mampu memperbaiki kualitas istirahat, sejumlah pakar kesehatan mengingatkan tidak semua praktik dalam tren ini memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Menurut Dr. Anita Shelgikar, pakar neurologi sekaligus direktur fellowship pengobatan tidur di University of Michigan, sleepmaxxing adalah kumpulan aktivitas, produk, atau "hack" yang digunakan secara bersamaan untuk mengoptimalkan kualitas dan kuantitas tidur seseorang.
Tren ini marak di TikTok lewat tagar #sleepmaxxing, di mana para pengikutnya memamerkan rutinitas tidur lengkap, mulai dari minum suplemen, memakai selimut "berat", menggunakan aplikasi pelacak tidur, hingga menata suasana kamar tidur layaknya spa mewah.
Sejumlah praktik populer dalam tren ini di antaranya penggunaan sleep tracker, white noise machine, lampu redup otomatis, cooling mattress, konsumsi magnesium sebelum tidur, mouth taping atau menutup mulut dengan plester khusus, pengaturan suhu kamar, hingga konsep digital sunset yakni menghindari paparan layar gawai menjelang tidur.
Sebagian pengguna bahkan mencoba "sleepy girl mocktail", mengonsumsi dua buah kiwi sebelum tidur, atau memanfaatkan terapi cahaya merah.
Di balik popularitasnya, sleepmaxxing bukan tanpa risiko. Carleara Weiss, penasihat ilmu tidur di Aeroflow Sleep, menegaskan bahwa tidur sebaiknya tidak diperlakukan sebagai sesuatu yang harus terus-menerus dioptimalkan lewat pembelian berbagai produk.
Sejumlah praktik yang viral, seperti mouth taping, bahkan telah mendapat peringatan dari para ahli karena berpotensi berbahaya, terutama bagi penderita sleep apnea.
Dr. Shelgikar turut mengingatkan bahwa tidak semua orang membutuhkan suplemen tidur seperti melatonin atau magnesium. Jika pola dasar tidur berkualitas belum terbentuk dengan baik, suplemen semacam itu tidak bisa dijadikan solusi utama. Sejalan dengan itu, kajian kesehatan terbaru menegaskan bahwa sleepmaxxing bukan tentang membeli semua gadget viral, melainkan menciptakan sistem yang mendukung tidur berkualitas secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Para pakar kesehatan tidur sepakat bahwa fondasi tidur berkualitas sebenarnya tetap bertumpu pada kebiasaan dasar yang sederhana, yakni menjaga jadwal tidur dan bangun secara konsisten setiap hari termasuk akhir pekan, membatasi konsumsi kafein dan alkohol sebelum tidur, mengurangi paparan layar gawai setidaknya 30 hingga 60 menit sebelum tidur, serta menciptakan suasana kamar yang tenang, gelap, dan sejuk.
Teknologi seperti smartwatch atau sleep tracker sebaiknya digunakan sebagai alat bantu observasi pola tidur, bukan sebagai patokan mutlak atau sumber validasi. Kondisi tubuh dan perasaan segar saat bangun tetap menjadi indikator paling penting dibanding sekadar skor yang ditampilkan aplikasi.
Sleepmaxxing menegaskan bahwa tidur kini disejajarkan dengan olahraga dan perawatan diri sebagai bagian penting gaya hidup sehat generasi muda. Namun, para ahli mengingatkan agar tren ini tidak dijadikan ajang konsumtif semata, melainkan tetap berpijak pada kebiasaan dasar yang telah terbukti secara ilmiah mendukung kualitas tidur jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....