FOMO Tren Wellness, saat Hidup Sehat Justru Bikin Cemas

  • 31 Agt 2026 21:11 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju – Tren hidup sehat semakin mudah ditemukan di media sosial. Mulai dari olahraga, pola makan, hingga rutinitas self-care kerap dibagikan sebagai gambaran kehidupan yang ideal. Namun, di balik tren tersebut, muncul fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang justru dapat membuat seseorang merasa cemas dan tertekan.

FOMO merupakan rasa khawatir tertinggal dari sesuatu yang sedang dilakukan atau dinikmati orang lain. Dalam tren wellness, kondisi ini bisa muncul ketika seseorang merasa harus mengikuti rutinitas sehat yang sedang populer agar tidak dianggap tertinggal.

Misalnya, seseorang merasa wajib mengikuti jenis olahraga tertentu, membeli produk kesehatan yang sedang viral, menjalani pola makan tertentu, atau memiliki rutinitas self-care seperti yang ditampilkan di media sosial.

Ketika Hidup Sehat Menjadi Tekanan

Media sosial membuat seseorang mudah membandingkan kehidupannya dengan orang lain. Masalahnya, konten yang muncul biasanya hanya menampilkan sisi terbaik dari kehidupan seseorang.

Akibatnya, standar hidup sehat yang terlihat di media sosial bisa terasa seperti sebuah kewajiban. Ketika tidak mampu mengikutinya, seseorang dapat merasa kurang sehat, kurang produktif, atau tidak cukup baik.

Tekanan tersebut juga dapat mendorong perilaku konsumtif. Tidak sedikit orang membeli produk atau mengikuti tren tertentu bukan karena benar-benar membutuhkannya, tetapi karena takut ketinggalan.

Padahal, kebutuhan setiap orang berbeda. Pola makan, jenis olahraga, waktu istirahat, hingga cara menjaga kesehatan mental tidak bisa disamaratakan.

Ketika Hidup Sehat Menjadi Tekanan

Media sosial membuat seseorang mudah membandingkan kehidupannya dengan orang lain. Masalahnya, konten yang muncul biasanya hanya menampilkan sisi terbaik dari kehidupan seseorang.

Akibatnya, standar hidup sehat yang terlihat di media sosial bisa terasa seperti sebuah kewajiban. Ketika tidak mampu mengikutinya, seseorang dapat merasa kurang sehat, kurang produktif, atau tidak cukup baik.

Tekanan tersebut juga dapat mendorong perilaku konsumtif. Tidak sedikit orang membeli produk atau mengikuti tren tertentu bukan karena benar-benar membutuhkannya, tetapi karena takut ketinggalan.

Padahal, kebutuhan setiap orang berbeda. Pola makan, jenis olahraga, waktu istirahat, hingga cara menjaga kesehatan mental tidak bisa disamaratakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....