Junub tapi Air Sangat Dingin, Bolehkah Tayamum?
- 11 Agt 2026 07:37 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju — Tayamum tidak serta-merta diperbolehkan bagi seseorang yang sedang dalam kondisi junub hanya karena merasa malas atau tidak nyaman mandi menggunakan air yang sangat dingin.
Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Sulawesi Barat, KH Namru Asdar, menjelaskan tayamum hanya dapat dilakukan dalam kondisi tertentu ketika seseorang tidak memungkinkan menggunakan air, termasuk apabila penggunaan air dikhawatirkan membahayakan kesehatan.
Hal tersebut disampaikan KH Namru Asdar saat menjawab pertanyaan pendengar RRI Mamuju dalam program Mutiara Pagi, Senin, 10 Agustus 2026.
“Kalau dia khawatir menggunakan air bisa menyebabkan dia sakit, maka itu dibolehkan. Tapi tentunya harus melihat kondisi yang ada,” ujar KH Namru Asdar.
Menurutnya, apabila air dalam kondisi sangat dingin dan dikhawatirkan dapat menyebabkan sakit, seseorang perlu terlebih dahulu melihat apakah masih terdapat cara untuk menggunakan air dengan aman.
Salah satunya, kata dia, dengan memanfaatkan pemanas air. Jika tersedia, air sebaiknya dipanaskan terlebih dahulu sebelum digunakan untuk mandi junub.
“Kalau misalnya ada pemanas air, tentunya menggunakan air dulu. Air itu dipanaskan dulu,” jelasnya.
KH Namru Asdar menambahkan, tayamum dapat dilakukan apabila penggunaan air memang tidak memungkinkan atau berpotensi memperparah kondisi kesehatan seseorang.
Sementara itu, bagi orang yang tidak menemukan air, ia tetap diwajibkan berusaha mencarinya terlebih dahulu di sekitar tempat tinggal atau lokasi keberadaannya.
“Kalau memang itu sebabnya tidak ada air, harus mencari air di sekitar tempat itu. Kalau tidak ada, barulah dia bertayamum,” katanya.
Ia menegaskan, tayamum merupakan salah satu bentuk bersuci yang diberikan dalam kondisi tertentu. Karena itu, alasan yang melatarbelakangi pelaksanaan tayamum harus benar-benar memenuhi kondisi yang dibenarkan.
“Tayamum ini merupakan salah satu bentuk bersuci dalam keadaan darurat, maka kedaruratan itu harus diukur,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....