Hari Anak Nasional momentum menguatkan Perlindungan Anak
- 23 Jul 2026 14:50 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam memenuhi dan melindungi hak-hak anak. Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mamuju mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan anak sebagai amanah yang harus dijaga dan dipenuhi hak-haknya.
Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju, Pitly Ayu, dalam program Mimbar Agama Kristen RRI Mamuju bertajuk "Anak adalah Titipan Tuhan: Mewujudkan Hak Asasi Anak serta Ruang untuk Tumbuh secara Utuh (Matius 2:16-18)," Rabu, 22 Juli 2026.
Pitly Ayu mengatakan Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki hak yang dijamin negara melalui Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Hak tersebut meliputi hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, memperoleh perlindungan, pendidikan, kesehatan, identitas, rekreasi, status dalam keluarga, hingga hak untuk menyampaikan pendapat.
"Hari Anak Nasional seharusnya menjadi momen bagi kita untuk mengingat kembali nilai setiap anak dan hak-hak yang seharusnya mereka terima," kata Pitly Ayu.
Ia menjelaskan, dari perspektif ajaran Kristen, anak merupakan pribadi yang sangat berharga di hadapan Tuhan. Hal itu sebagaimana tertuang dalam Mazmur 127 ayat 3 yang menyebutkan bahwa anak adalah milik pusaka dari Tuhan dan buah kandungan merupakan suatu upah.
Menurutnya, makna "milik pusaka" menunjukkan bahwa anak bukanlah milik mutlak orang tua, melainkan titipan atau amanah dari Tuhan yang harus dipelihara, dibimbing, dan dilindungi dengan penuh tanggung jawab.
"Anak bukan milik mutlak orang tua, melainkan titipan atau amanah dari Tuhan yang harus dirawat dan dipelihara dengan penuh tanggung jawab," ujarnya.
Pitly juga menyinggung kisah dalam Matius 19 ayat 13-14 ketika Yesus menerima anak-anak yang datang kepada-Nya meskipun sempat dihalangi oleh para murid. Menurutnya, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa anak memiliki kedudukan yang sama dan berhak memperoleh perhatian, kasih sayang, serta kesempatan untuk bertumbuh secara utuh.
Ia menambahkan, pada masa itu anak-anak kerap dipandang tidak memiliki status sosial yang penting. Namun, Yesus justru menempatkan mereka sebagai teladan dalam hal kepolosan, ketulusan, dan iman kepada Allah.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional, Pitly berharap keluarga, pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dapat semakin bersinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak sehingga hak-hak mereka dapat terpenuhi secara optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....